Pejuangkantoran.com – Bagi kamu yang aktif olahraga lari, pernah mengalami kejadian seperti ini: sudah menjalani program latihan dengan disiplin, tapi tidak ada perubahan sama sekali. Jika di awal pace 8-9 heart rate kamu di 145, setelah menjalani latihan tetap saja tidak ada perubahan.
Ini yang dinamakan kamu dalam kondisi plateau, kondisi ketika perkembangan performa berhenti atau stagnan meskipun latihan tetap dilakukan secara rutin. Misal:
- Pace stagnan. Setelah berbulan-bulan latihan namun pace kamu tidak makin membaik, stagnan di pace 8-9, tidak terasa makin ringan dan tidak makin cepat.
- Jarak sulit bertambah. Dari awal mulai lari dan setelah latihan, jarak lari kamu mentok di 5K, sulit naik ke 7K atau 10K. Dan setelah itu, kamu cepat merasa lelah.
- Tubuh terasa selalu capek. Meskipun kamu sudah latihan rutin, namun recovery-mu terasa lambat, kaki terasa berat terus, dan semangat turun.
- Heart rate makin tinggi. Semula, saat easy run, HR kamu di 130, setelah latihan, pace masih sama tapi HR malah menjadi 145-150.
Ini semua menandakan bahwa tubuh kamu tidak beradaptasi dengan sejumlah latihan yang kamu jalani. Pertanyaannya, mengapa plateau bisa terjadi?
Baca Juga: Jangan Remehkan Asupan Nutrisi Setelah Lari, karena Bisa Membuat Peforma Larimu Stagnan!
Plateau biasanya muncul karena tubuh sudah terlalu terbiasa dengan stimulus latihan.
Pada dasarnya, tubuh manusia sangat adaptif. Jika pola latihan sama terus, recovery kurang, nutrisi kurang, dan tidur buruk, maka tubuh berhenti berkembang.
Secara umum, penyebab terjadinya plateau ada beberapa hal, yaitu:
- Recovery buruk
Ini penyebab yang paling sering. Contoh:
- kurang makan setelah lari,
- kurang protein,
- kurang tidur,
- dehidrasi.
Akibatnya, tubuh tidak sempat memperbaiki diri.
- Latihan monoton
Perhatikan latihanmu, apakah “itu-itu” saja? Misalnya:
- selalu lari 5K dengan pace sama,
- rute sama,
- intensitas sama.
Jika iya, maka sebenarnya tubuh kamu tidak mendapat tantangan baru dari sejumlah latihan yang kamu jalani.
Baca Juga: Latihan Wall Sit Sangat Bermanfaat Bagi Pelari yang Peduli Dengan Lututnya
- Volume terlalu tinggi tanpa recovery
Sering terjadi pada pelari semangat, yaitu mileage naik cepat, tetapi recovery tidak cukup. Akibatnya tubuh “jenuh fisiologis.”
- Kurang strength training
Rajin latihan lari, mulai dari long run, interval/tempo, easy run, namun kurang bahkan tidak melakukan strength training. Padahal, untuk bisa lari dengan baik dan benar, otot, tendon, dan core perlu diperkuat.
Artikel Terkait
Pentingnya Mengukur Resting Heart Rate Kamu, Alasan, dan Manfaat Mengetahuinya
Lakukan Strength Training Karena Tak Hanya Memberimu Tubuh yang Bagus Tapi Juga Manfaat Kesehatan Lainnya
7 Gerakan Dynamic Stretch yang Sangat Bermanfaat Kamu Lakukan Sebelum Bermain Padel
4 Fase Tahapan Pemulihan Cedera Shin Splint yang Bisa Kamu Lakukan Akibat Salah Sepatu Lari
Panduan Asupan Nutrisi Pre-Run Berdasarkan Jarak Lari yang Wajib Kamu Ketahui
Lari "Melawan Arah" Itu Lebih Aman Bagi Pelari dan Pengguna Jalan Raya Lainnya. Simak Alasannya!