7 Pertanyaan saat Exit Interview yang Mungkin Harus Kamu Jawab secara Detail

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 22 Maret 2024 | 21:21 WIB
Ilustrasi: Menjawab pertanyaan saat exit interview mungkin akan terasa sulit, tapi kamu bisa menjawabnya dengan jujur. (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Menjawab pertanyaan saat exit interview mungkin akan terasa sulit, tapi kamu bisa menjawabnya dengan jujur. (Freepik/Drazen Zigic)

PejuangKantoran.comExit interview adalah pertemuan yang diadakan antara atasan dan karyawan yang akan resign, untuk meminta umpan balik dari karyawan mengenai pengalaman bekerja di perusahaan tersebut.

Ketika kamu sudah resign dan sudah mendapatkan pekerjaan baru, tentu tidak masalah ketika harus melakukan exit interview. Apalagi jika pertanyaan saat exit interview disampaikan dalam bentuk kuesioner.

Baca Juga: Exit Interview Diperlukan Saat Kamu Resign, Hati-hati Jangan Sampai Karyawan Merasa Berjarak

Namun, sebagian perusahaan menerapkan exit interview dalam pertemuan khusus, di mana kamu harus menjelaskan secara detail alasan kamu keluar dari pekerjaan. Maka menjawab pertanyaan saat exit interview akan terasa sulit.

Padahal, sebenarnya exit interview menjadi kesempatan baik untuk menyampaikan uneg-uneg yang selama ini tidak berani kamu sampaikan. Yang penting, sampaikan dengan cara yang membangun.

Selain itu, siapkan dulu jawaban dari pertanyaan saat exit interview berikut ini.

1. Apa alasan mengundurkan diri?

Kemungkinan besar ini pertanyaan utama saat exit interview. Alasan mengundurkan diri yang pertama, atasan ingin tahu apakah ada kejadian khusus yang memicu kepergianmu.

Baca Juga: Putri Ayudya Sempat Kewalahan saat Bertindak sebagai Pelatih Akting Aktor Cilik di Dua Hati Biru

Kedua, dia berharap untuk menentukan apakah ada kekurangan pada posisi tersebut yang perlu diselesaikan sebelum mencari penggantinya.

Ingat, salah satu tujuan utama perusahaan adalah mempertahankan karyawan. Dan, umpan balik kamu sangat penting dalam membantu mencapai hal itu!

2. Apakah kamu merasa cukup dibekali untuk melakukan pekerjaan dengan baik?

Mungkin agak aneh kalau kamu menyampaikan keluhan tentang kurangnya pelatihan, teknologi yang tidak membantu, atau tim yang sama sekali tidak komunikatif.

Baca Juga: Tren Micro-Franchise Makin Berkembang, Cocok buat Orang Kantoran yang Ingin Penghasilan Tambahan

Namun, perlu diingat bahwa mengungkapkannya secara terbuka akan membantu perusahaan untuk memperbaiki diri dalam jangka panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Muse

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X