Bisakah Menggugat Rekan Kerja yang Menularkan Penyakit? Ini Penjelasan Hukumnya

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 5 April 2026 | 18:58 WIB
Ketika ada rekan kerja yang sakit namun tetap masuk kantor, jangan sepelekan karena bisa timbulkan ilusi produktivitas. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ketika ada rekan kerja yang sakit namun tetap masuk kantor, jangan sepelekan karena bisa timbulkan ilusi produktivitas. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Masuk kantor dalam kondisi sakit seperti flu atau batuk sering dianggap hal sepele. Namun, dalam kondisi tertentu, tindakan ini ternyata bisa berujung pada konsekuensi hukum.

Sejumlah ahli hukum menyebut bahwa seseorang berpotensi menggugat rekan kerja yang menularkan penyakit, terutama jika terbukti ada kelalaian yang menyebabkan kerugian.

Gugatan bisa terjadi jika ada bukti bahwa seseorang dengan sengaja atau lalai tetap bekerja dalam kondisi sakit, lalu menularkan penyakit kepada rekan kerja lain.

Jika akibatnya cukup serius misalnya menyebabkan sakit berkepanjangan atau kerugian finansial maka hal ini bisa menjadi dasar tuntutan hukum.

Baca Juga: Bounded Choice Itu Bukan Manipulatif dan Bisa Membuat Kerja Tim Menjadi Lebih Efektif

Dalam kasus tertentu, pihak yang dirugikan berpotensi menuntut kompensasi, seperti:

  • Kerugian pendapatan akibat cuti sakit
  • Biaya pengobatan dan obat-obatan
  • Kerugian non-materiil, seperti stres atau ketidaknyamanan emosional

Namun, penting untuk dicatat bahwa setiap kasus sangat bergantung pada pembuktian. Harus ada hubungan yang jelas antara tindakan rekan kerja dan dampak yang ditimbulkan.

Tidak Semudah Itu Dibuktikan

Meski terdengar memungkinkan, kasus seperti ini tidak mudah untuk dimenangkan. Pembuktian bahwa seseorang tertular langsung dari satu individu di lingkungan kerja bisa menjadi tantangan besar.

Faktor lain seperti kondisi kesehatan pribadi, lingkungan kerja, serta kemungkinan sumber penularan lain juga akan menjadi pertimbangan.

Terlepas dari aspek hukum, hal ini menjadi pengingat penting tentang tanggung jawab bersama di tempat kerja.

Baca Juga: Resign dari Lingkungan Kerja yang Toxic Bisa Menyelamatkan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Datang ke kantor saat sakit tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga berpotensi membahayakan orang lain karena kamu menularkan penyakit.

Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan keselamatan kerja, menjaga kondisi tubuh dan memilih untuk beristirahat saat sakit menjadi langkah yang tidak hanya bijak, tetapi juga profesional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X