PejuangKantoran.com - Dengan sekitar 40–80 juta digital nomad di seluruh dunia, hampir setengahnya berasal dari Amerika Serikat, Eropa kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit bagi para pekerja remote. Kombinasi kota bersejarah, infrastruktur modern, serta fleksibilitas gaya hidup membuat benua ini semakin menarik untuk dijadikan basis kerja jarak jauh.
Sebuah laporan terbaru dari PlayersTime menganalisis 35 kota paling populer di Eropa berdasarkan biaya hidup, internet, transportasi publik, hingga tingkat keamanan. Hasilnya menunjukkan bahwa sejumlah kota di Eropa Timur dan Selatan menawarkan kualitas hidup tinggi dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.
Baca Juga: Waspada, Jangan Sering Mengecek Email saat Sibuk. Itu Momen Paling Rawan Kena Phishing!
Kota Termurah untuk Digital Nomad
Di posisi teratas, Warsaw menjadi kota paling terjangkau dengan biaya hidup sekitar $1.450 per bulan, diikuti oleh Prague ($1.463) dan Krakow ($1.631). Menariknya, meskipun memiliki biaya hampir sama, Warsaw dan Krakow unggul dalam kecepatan internet, masing-masing mencapai 266 Mbps dan 253 Mbps, jauh di atas Prague yang berada di angka 93 Mbps.
Selain itu, kota seperti Istanbul dan Budapest juga menawarkan biaya hidup di bawah $1.800 per bulan, dengan Istanbul mencatat biaya makanan paling murah, hanya sekitar $152 per bulan.
Sementara itu, Porto dan Lisbon di Portugal tetap menjadi favorit karena kombinasi biaya akomodasi yang relatif rendah dan kualitas hidup yang tinggi, meski total biaya bulanan mulai menyentuh angka $2.000.
Baca Juga: Pemeran Lara Croft, Sophie Turner, Cedera saat Syuting Serial 'Tomb Raider' di Inggris
Lebih dari Sekadar Murah
Tak hanya soal biaya, kota-kota ini juga menawarkan keseimbangan antara pekerjaan dan gaya hidup. Infrastruktur internet yang memadai, transportasi publik yang baik, serta tingkat keamanan yang relatif tinggi menjadi faktor penting dalam keputusan para digital nomad.
Menurut analis data PlayersTime, Silvana Vladimirova, tren ini menunjukkan perubahan besar dalam cara profesional digital memilih tempat tinggal. Kini, bukan hanya kota besar yang jadi incaran, tetapi juga “hidden gems” yang menawarkan kualitas hidup tinggi dengan biaya lebih rendah.
Dengan semakin banyaknya visa digital nomad dan fleksibilitas kerja global, kota-kota ini diprediksi akan terus menjadi magnet bagi pekerja remote di tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
Meeting Itu Bukan Pekerjaan, Kata CEO Southwest Airlines yang Hanya Mau Rapat 2 Hari dalam Seminggu
Mengapa Microsoft Office Makin Nggak Favorit, dan Apa Alternatif Aplikasi Perkantoran Lain?
9 Tanggung Jawab Seorang Editor Video. Pantasnya Dihargai Berapa Rupiah?
Menangis di Kantor Sering Dianggap Cemen dan Tidak Profesional, atau Itu Bentuk yang Wajar?
Inilah Rata-rata Gaji Video Editor dari Entry Level Hingga Expert, Tingkat Nasional dan Global
Cara Merespons Jika Ada Rekan Kerja yang Menangis di Kantor, tapi Pahami Juga Batasan Kamu!
Bukan Sekadar Drama Kantor: Hubungan Toksik dengan Atasan Bisa Berdampak pada Kesehatan dan Umur
Cara Lain Mengucapkan 'Hope All is Well' dalam Bahasa Inggris agar Email-mu Lebih Efisien?
Banyak Karyawan Hebat dan Setia yang Gagal Naik Jabatan. Yuk, Buat Dirimu Lebih Visible!
Jika Punya Pekerjaan Remote dari Luar Negeri, Apakah Penghasilan Kamu Dipotong Pajak?