Pejuangkantoran.com – Punya keterampilan persuasif itu sangat bermanfaat di kantor. Keterampilan komunikasi ini bisa mempermudah bagi kamu untuk mendapatkan dukungan dari rekan kerja/klien atas ide atau proposal kamu.
Oleh karena itu, keterampilan ini bisa memperkuat negosiasimu, memperkuat hubungan profesional (relationship capital) sehingga bisa mengurangi konflik di tempat kerja, meningkatkan leadership kamu sehingga bisa mempercepat pengambilan keputusan yang pada ujungnya bisa membuka lebar peluang karirmu.
Ada sejumlah pola kalimat/teknik komunikasi persuasif yang umum dipakai manajer dan pemimpin di kantor.
Berikut ini 7 pola tersebut berikut contoh konkretnya agar bisa langsung kamu praktikkan:
Baca Juga: Perhatikan 7 Poin Penting Berikut Ini untuk Meningkatkan Keterampilan Persuasif Kamu!
- Framing berbasis kepentingan bersama
Supaya kalimat kamu persuasive, alih-alih mendorong kepentingan pribadi, lebih baik jika kamu arahkan ke tujuan tim/organisasi. Ini mengaktifkan prinsip shared goals dalam Organizational Communication.
Pola:
“Kalau kita lakukan X, dampaknya ke target tim kita adalah Y.”
Contoh:
“Kalau kita pecah tugasnya menjadi tugas kecil-kecil dengan tim kecil, pekerjaan besar kita akan lebih mudah dicapai dan bisa hemat waktu satu pekan.”
- Data plus makna (bukan data saja)
Data itu sangat penting, namun data tanpa interpretasi sering tidak persuasive karena tidak semua orang bisa memahami data dan maknanya. Ini akan menguatkan aspek logos (logika) dari Aristotle.
Pola:
“Data menunjukkan X, yang berarti Y untuk kita.”
Contoh:
Artikel Terkait
4 Bahasa Tubuh Agar Kamu Lebih Disukai dan Persuasif, Penting Diterapkan di Dunia Kerja!
7 Keterampilan Yang Harus Kamu Asah Terus Untuk Tingkatkan Kemampuan Negosiasi
7 Kendala Umum dan 5 Kendala Khusus Dalam Komunikasi Interpersonal yang Sering Dijumpai dan Solusinya
Rahasia Mengajukan Pertanyaan yang Tepat di Tempat Kerja, Termasuk saat Rapat dan Negosiasi
Tim Hebat Berawal dari Komunikasi yang Efektif, Ini 5 Cara untuk Meningkatkannya!
6 Cara Sistematis untuk Memahami Audiens Agar Komunikasi Kamu Menjadi Efektif