Contoh: Menyusun laporan selama 90 menit tanpa membuka email.
- Prioritization
Menentukan pekerjaan mana yang layak mendapatkan perhatian. Tidak semua tugas penting memiliki nilai yang sama.
Misalnya:
- membuat strategi bisnis: perhatian tinggi
- mengecek notifikasi: perhatian rendah
- Cognitive Energy Management
Perhatian dipengaruhi oleh energi otak.
Misalnya: Pagi hari digunakan untuk berpikir strategis dan menganalisis data. Siang untuk membuka email dan menyelesaikan tugas administrative. Sore meeting.
- Controlling Distractions
Mengurangi gangguan internal maupun eksternal. Gangguan eksternal, misalnya notifikasi, rekan kerja, suara. Sedangkan gangguan internal seperti rasa bosan, cemas, atau ingin membuka media sosial
- Switching Cost
Setiap kali kamu berpindah perhatian, itu sebenarnya pengeluaran biaya.
Misalnya: Menulis laporan, lalu membuka WhatsApp, kemudian kembali ke laporan. Jika kamu melakukan pol aini, otak tidak langsung kembali ke kondisi fokus semula (menulis laporan), butuh waktu untuk "memuat ulang" konteks pekerjaan utama: menulis laporan.
Kesimpulannya, jika time management menjawab "bagaimana mengatur waktu", maka attention management menjawab "bagaimana menggunakan perhatian secara optimal selama waktu tersebut".
Organisasi modern semakin memandang keduanya sebagai keterampilan yang saling melengkapi: waktu menyediakan kapasitas, sedangkan perhatian menentukan kualitas hasil kerja. ***
Artikel Terkait
Kamu Kesulitan Dalam Manajemen Waktu Kerja? Gunakan Teknik Pomodoro Untuk Solusinya!
Perbedaan Penting Time Management dan Energy Management. Mana yang Terkait dengan Fokus dan Kreatifitas?
Panduan dan Contoh Prompt yang Bisa Digunakan Manajer Dalam Mengatur Manajemen Waktu
9 Langkah Sederhana untuk Meningkatkan Produktivitas dan Manajemen Waktu Kamu di Tempat Kerja
Memakai Terlalu Banyak Tools AI dalam Waktu Bersamaan Bikin Otak Nge-Hang dan Produktivitas Turun
10 Langkah yang Harus Dilakukan Seorang Manajer Ketika Menemukan Anggota Tim Dengan Self-Efficacy Tinggi