98% Perusahaan Kini Lebih Utamakan Skill Saat Rekrut Karyawan, Bukan dari IPK

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 14 Juli 2026 | 12:07 WIB
Lamaran kerja LinkedIn dapat memanfaatkan keberadaan situs (Dok. Canva)
Lamaran kerja LinkedIn dapat memanfaatkan keberadaan situs (Dok. Canva)

PejuangKantoran.com - Persaingan memasuki dunia kerja kini tak lagi hanya ditentukan oleh gelar pendidikan atau indeks prestasi kumulatif (IPK). Laporan terbaru Micro-Credentials Impact Report 2026 yang dirilis Coursera menunjukkan perusahaan semakin mengutamakan keterampilan yang dapat dibuktikan (verified skills) saat merekrut karyawan, khususnya untuk posisi entry level. 

Berdasarkan survei terhadap lebih dari 3.500 lulusan, mahasiswa, perusahaan, dan institusi pendidikan di tujuh negara, sebanyak 98 persen perusahaan menyatakan telah menerapkan rekrutmen berbasis keterampilan (skills-based hiring) untuk posisi entry level. Sementara itu, 86 persen di antaranya mengaku menggunakan pendekatan tersebut secara luas dalam proses seleksi. 

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 95 persen perusahaan menganggap micro-credentials—sertifikat kompetensi untuk keterampilan tertentu—menjadi pembeda penting di antara kandidat yang memiliki latar belakang pendidikan serupa. Bahkan, 87 persen perusahaan menilai micro-credentials lebih berpengaruh dibandingkan IPK atau nama universitas ketika mengambil keputusan perekrutan. 

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Investasi Emas 1-2 Gram Jadi Solusi Cerdas Finansial di Tengah Fluktuasi Global

Tak hanya memengaruhi peluang diterima kerja, kepemilikan micro-credentials juga berpotensi meningkatkan penghasilan. Sebanyak 94 persen perusahaan menyatakan bersedia menawarkan gaji awal yang lebih tinggi kepada lulusan yang memiliki micro-credentials karena dinilai lebih siap bekerja sejak hari pertama. Selain itu, 92 persen pemberi kerja mengatakan karyawan entry level yang memiliki micro-credentials menunjukkan performa yang lebih baik pada tahun pertama bekerja. 

Tren tersebut juga terlihat kuat di Indonesia. Coursera mencatat seluruh perusahaan Indonesia yang menjadi responden survei telah menerapkan rekrutmen berbasis keterampilan, sementara 97 persen di antaranya menggunakan pendekatan tersebut secara luas untuk perekrutan karyawan level awal. 

Meski demikian, Coursera menegaskan bahwa gelar sarjana tetap memiliki nilai penting. Yang berubah adalah cara perusahaan mengevaluasi kandidat. Di tengah perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), dan perubahan kebutuhan industri, ijazah kini dinilai perlu dilengkapi dengan bukti kemampuan yang relevan dan dapat diverifikasi. Micro-credentials menjadi salah satu cara bagi pencari kerja untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja saat ini. 

Baca Juga: Dalami Karakter di Film Terbaru Baim Wong, Prilly Latuconsina Rela Belajar Bahasa Arab

Laporan ini menggarisbawahi perubahan besar dalam proses rekrutmen global: perusahaan tidak lagi hanya melihat asal kampus atau IPK, tetapi semakin fokus pada kemampuan nyata yang bisa langsung diterapkan di tempat kerja. Bagi lulusan baru, kombinasi antara pendidikan formal dan sertifikasi keterampilan kini dinilai menjadi modal yang semakin penting untuk bersaing di pasar kerja. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X