Pejuangkatoran.com – Semua orang tahu bahwa time management (manajemen waktu) itu kunci keberhasilan dalam menyelesaikan tugas. Namun ternyata ada satu hal yang lebih penting dan sangat berpengaruh dan relevan di era teknologi digital yang serba cepat, yaitu attention management.
Attention management adalah kemampuan mengelola perhatian, fokus, dan energi mental agar digunakan pada pekerjaan yang paling bernilai. Berbeda dari time management yang menitikberatkan pada pengaturan jadwal, attention management menekankan bagaimana menjaga kualitas fokus selama waktu yang tersedia.
Mengapa attention management menjadi lebih penting saat ini, karena karena tantangan utama saat ini bukan lagi kekurangan waktu, melainkan kelebihan informasi (information overload) dan gangguan perhatian (attention overload).
Coba kamu hitung, berapa kali kamu membuka email dan membuka WA dalam sehari? Belum lagi notifikasi lain yang muncul dari portal berita yang kamu subscribe, dari marketplace, dari Youtube, dan dari media sosial lain.
Inilah “gangguan” yang sudah menjadi keseharian kita saat ini. Dan jelas ini bisa menghambat kamu dalam menyelesaikan tugas.
Ilustrasi bagaimana attention management menjadi lebih penting dibanding time management saat ini, misal ada dua orang A dan B yang sama-sama bekerja selama 8 jam sehari.
Kondisinya Si A membuka email setiap 5 menit, membalas WA, menerima telepon, membuka media sosial, mengerjakan laporan sambil meeting.Sementara Si B bekerja fokuspada pekerjaan utama selama 90 menit, mematikan notifikasi, dan baru mengecek email setelah pekerjaan utama selesai.
Durasi kerja keduanya sama, namun produktivitas Si B bisa jauh lebih tinggi. Artinya, produktivitas tak hanya ditentukan oleh jumlah waktu, namun oleh kualitas perhatian selama waktu tersebut.
Attention Is New Currency
Saking pentingnya perhatian (attention), membuat perhatian itu menjadi “mata uang baru” (attention is new currency) saat ini. Aneka macam notifikasi, email, WA, media sosial, aplikasi AI, dan sebagainya berusaha “merebut perhatian” kita.
Dan hal ini menyebabkan munculnya kondisi cognitive overload, digital fatigue, decision fatigue, multitasking, dan kehilangan fokus. Sehingga “attention is new currency” bermaknan bahwa yang paling berhasil bukan yang memiliki waktu paling banyak, tetapi yang mampu mempertahankan fokus paling lama pada pekerjaan yang bernilai tinggi.
Ada sejumlah komponen utama dalam attention management, yaitu:
- Focus
Kemampuan mempertahankan perhatian pada satu pekerjaan.