PejuangKantoran.com - Indonesia patut berbangga karena ada pelajaran bahasa Indonesia di Universitas Harvard.
Selain pelajaran bahasa Indonesia di Universitas Harvard, universitas ini juga akan segera menawarkan kursus bahasa Tagalog.
Asia Center menghabiskan waktu dua tahun untuk berupaya meningkatkan pendidikan Asia Tenggara di Harvard. Bahasa Thailand dan bahasa Indonesia di Universitas Harvard saat ini sedang diajarkan di Harvard.
Baca Juga: Suka Memendam Masalah, Ini Cara Erika Carlina Mengeluarkan Uneg-unegnya
Menurut The Harvard Crimson, sekolah Ivy League akan menawarkan pengadilan tahun akademik berikutnya. Tagalog saat ini adalah bahasa keempat yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat. Oleh karenanya Tagalog bakal diajarkan juga di universitas ini.
Ini adalah pertama kalinya sekolah akan menawarkan kelas bahasa Filipina. Harvard saat ini sedang mencari pelamar yang tertarik untuk mengajar Tagalog di universitas.
Direktur Eksekutif Pusat Asia Universitas Harvard, Elizabeth Liao mengatakan bahwa pusat mendapatkan dukungan keuangan melalui upaya penggalangan dana yang akan menjadi pembayaran instruktur. Instruktur akan menjadi masa jabatan tiga tahun yang dapat diperpanjang hingga lima tahun tambahan.
James Robson, profesor Bahasa dan Peradaban Asia Timur dan direktur Asia Center, menambahkan bahwa Harvard mendapatkan anggaran $1 juta USD untuk mendanai posisi instruktur Tagalog.
Jorge Espada, direktur asosiasi Program Asia Tenggara, memperhatikan kurangnya pendidikan tentang studi Asia Tenggara dan kursus bahasa.
Espada ingin melihat apakah Tagalog dapat diajarkan dalam tingkat profesionalisme dan membangkitkan antusiasme untuk itu di Harvard.
Penulis Filipina, Eros Atalia, mengatakan langkah Harvard adalah “kesempatan bagus untuk memperkenalkan bahasa Tagalog secara internasional.”
Baca Juga: Mau Ketemu Klien Sore Hari? Ini Cara Termudah Agar Tetap Segar dan Wangi Sepanjang Hari
Dengan Harvard saat ini mempekerjakan seorang instruktur untuk mengajar bahasa Tagalog, perdebatan tentang penutur bahasa Tagalog yang fasih berbahasa mungkin akan muncul kembali.
“Iba kasi yung pagkakaalam natin sa Tagalog na archaic or old school ng paggamit ng language. Nah, menurut sebuah penelitian, malaking porsyento ng Pilipino ang nakapagsasalita ng Tagalog dahil na rin sa media massa.” ujar Atalia.