Dia menambahkan bahwa menjadi seratus persen fasih dalam bahasa Tagalog bukanlah fungsi dari bahasa tersebut tetapi untuk menggambarkan apa yang digunakan dalam kehidupan nyata.
Tagalog yang diajarkan di kelas berbeda dengan cara pengucapannya di kehidupan nyata. Bagaimana orang Filipina menggambarkan Tagalog yang "fasih" mungkin agak kuno karena berbicara dalam bahasa Tagalog yang lurus tidak realistis dan praktis.
Atalia mengatakan tidak ada bahasa inferior atau superior. Kita harus terbuka untuk belajar bahasa baru.
Artikel Terkait
28 Maret Diperingati sebagai Respect Your Cat Day, Sudahkah Bilang Sayang pada Kucingmu?
Buat yang Suka Main Medsos, Ada Lowongan Kerja Senior Social Media Manager – Global di Emurgo
Burger King Menutup 26 Toko, Usai Pemegang Franchise Gagal Berdamai dengan Perusahaan Induk
3 Hal yang Kita Pelajari dari CEO Baru Starbucks yang Turun Tangan Jadi Barista
Karyawan Loyal Cenderung Diberi Pekerjaan Lebih Banyak, tapi Digaji Lebih Rendah
Resep Bakwan Jagung untuk Menu Buka Puasa
Kapan THR Lebaran Paling Lambat Masuk Ke Rekening Karyawan?
Selama Puasa, Soraya Larasati Lebih Suka Olahraga Setelah Sahur dan Shalat Subuh