Selama Puasa, Soraya Larasati Lebih Suka Olahraga Setelah Sahur dan Shalat Subuh

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 29 Maret 2023 | 22:39 WIB
Soraya Lasarati sarankan teman-teman untuk berolahraga selepas sahur. (Instagram @sorayalarasat1)
Soraya Lasarati sarankan teman-teman untuk berolahraga selepas sahur. (Instagram @sorayalarasat1)

PejuangKantoran.com - Banyak orang yang ngabuburit selama bulan puasa dengan berolahraga. Tetapi, banyak juga yang saat puasa malah menghentikan aktivitasnya untuk berolahraga.

Menurut Soraya Larasati, orang yang tidak berolahraga selama bulan Ramadhan itu hanya mencari-cari alasan. Jika paham esensinya, olahraga pada bulan puasa sebenarnya tidak berat karena hanya memindahkan jam makan, terutama bagi mereka yang sudah sering mencoba pola makan intermittent fasting.

“Puasa itu kan hanya memajukan waktu makan saja. Yang biasanya sarapan jam 6 atau 7 pagi, sekarang dimajukan menjadi jam 3 pagi. Sama halnya seperti orang sedang intermittent.

Baca Juga: Soraya Larasati Senang Bisa Tularkan Virus Positif Ke Keluarga Dari Kecintaannya Olahraga Lari

"Tinggal dipilih saja jendelanya, antara yang 12 jam atau 18 jam, tergantung kemampuan. Ketika sore, tinggal berbuka puasa, tidak beda dengan jam makan malam. Kalau menurut saya, esensinya sih seperti itu!” terang Soraya Larasati, yang akrab disapa Laras.

Orang yang menyempatkan diri berolahraga sambil berpuasa, lebih lanjut dijelaskannya, bagus untuk mendetoks badan. Sarannya adalah mencoba untuk berolahraga di pagi hari, sesudah sahur dan shalat subuh.

Sebagai “bensin” untuk berolahraga pagi, istri Doni Almadi ini menyarankan untuk memilih menu sahur yang bernutrisi. Makan makanan berat juga tidak masalah.

Dengan menyantap makanan berat, gula dalam tubuh masih tinggi. Jadi, bagus jika sehabis shalat dilanjutkan dengan beraktivitas.

“Pagi-pagi seperti itu, bagus banget dipakai untuk berolahraga. Udara pagi masih bagus dan belum terlalu panas. Sementara, kadar gula dalam tubuh masih tinggi, jadi masih punya banyak energi.

“Dipakai saja untuk olahraga. Tidak perlu olahraga berat atau high intensity. Pilih olahraga yang easy, yang membuat heart rate kita tidak tinggi-tinggi banget tetapi ngebakar lemak.

“Dari situ, lanjut beraktivitas malah lebih segar! Selesai mandi, beraktivitas, sibuk seharian, tidak terasa, sudah waktunya berbuka puasa,” seru ibu dua anak itu.

Berdasarkan pengalaman pribadinya, olahraga setelah sahur itu justru membuat badannya terasa lebih ringan. Agar tetap punya tenaga menjalani puasa, Soraya sangat memperhatikan asupan nutrisi di dalam makanan yang ia santap.

Baca Juga: Nggak Nyangka, Ternyata Ini yang Bikin Ibnu Jamil Jatuh Cinta dengan Olahraga Lari

“Saat sahur, jangan skip makan. Itu wajib. Kadang kan, orang suka malas ya makan di jam sahur. Berasa masih mengantuk. Padahal, makan di jam sahur itu adalah asupan energi untuk puasa seharian,” ujarnya.

Menurutnya, tidak masalah jika kita lebih suka makanan berat, entah itu nasi atau mi. Karena jika ingin olahraga sesudah sahur, kita harus makan makanan yang bernutrisi, minum vitamin, dan minum air yang cukup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X