PejuangKantoran.com - Perjuangan dalam rekrutmen karyawan baru ternyata tidak cuma dialami oleh pencari kerja. Bahkan pemberi kerja pun harus berjuang keras untuk menemukan karyawan yang memenuhi syarat.
Repotnya, akhir-akhir ini perjuangan itu dirasakan lebih berat, khususnya yang menyangkut kandidat Gen Z. Misalnya saja, satu dari lima perusahaan mengatakan kandidat Gen Z baru-baru ini membawa orangtuanya ke wawancara kerja.
Kemudian, 21% perusahaan mengatakan ada kandidat Gen Z yang menolak menyalakan kamera saat wawancara virtual. Ada juga kandidat yang kesulitan melakukan kontak mata, berpakaian tidak pantas, juga menggunakan bahasa yang tidak pantas.
Baca Juga: Di Jepang, Jumlah Pencari Kerja Usia 65 Tahun ke Atas Meningkat
Itu sebabnya, hampir empat dari 10 manajer merasa lebih baik tidak mempekerjakan kandidat Gen Z karena dinilai tidak siap menghadapi kehidupan profesional, begitu hasil survei Intelligent.com terhadap 800 direktur dan eksekutif di AS pada Desember 2023.
“Pada akhirnya, tampaknya ada kurangnya keseriusan (pada diri kandidat Gen Z). Apakah mereka menginginkan pekerjaan ini, atau hanya sekadar melakukan saja?” ujar Michael Connors, perekrut akuntansi dan teknologi di wilayah Washington.
Kurang percaya diri
Hal senada dilontarkan oleh Diane Gayeski, profesor komunikasi strategis di Ithaca College di New York. Menurutnya, pandemi COVID-19 berdampak pada pertumbuhan dan kedewasaan para fresh graduate belakangan ini.
“Tahun terakhir mereka di sekolah menengah sangat mengganggu. Mereka tidak mengadakan wisuda, prom, pesta, dan hal-hal semacam itu,” kata Gayeski.
Mereka juga tidak bisa melakukan aktivitas seperti mahasiswa pada umumnya, seperti bekerja pada musim panas sebelum kuliah, magang, atau belajar di luar negeri.
Akibatnya, kata Gayeski, mahasiswa menjadi kurang percaya diri terhadap kemampuannya dalam terjun di dunia kerja. Untuk mempersiapkan mahasiswa dalam berkarir, perusahaan harus memastikan hal-hal yang mereka alami di luar kelas.
Baca Juga: 6 Tanda Kamu Dewasa Soal Uang di Usia 20-an, Catat: Yang Penting Nggak Gampang FOMO!
“Seperti berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda dari mereka, dan mampu mengerjakan proyek-proyek yang ada di komunitas, serta terlibat dalam magang. Dan semua itu tidak ada,” katanya.
Tidak mengherankan, 38% pengusaha yang disurvei mengatakan mereka menghindari mempekerjakan fresh graduate, dan memilih kandidat yang lebih tua.
Perusahaan rela memberikan gaji yang lebih tinggi kepada karyawan yang lebih tua, atau meningkatkan benefit seperti mengizinkan pekerjaan jarak jauh lebih sering.
Artikel Terkait
Ambil Cuti Liburan di Musim Penghujan, Ini Faedahnya
Profil Ariyo Ardi dan Anisha Dasuki, Moderator Debat Capres 2024, Jurnalis yang Mulai Karier dari Nol
Lowongan Kerja Complex Assistant IT Manager di Marriot Group
Resmi Hiatus Per 1 Januari 2024, Ini 5 Lagu Terpopuler NOAH Sepanjang 11 Tahun Karirnya
Tahun Ini, Pemerintah Buka 690 Ribu Lowongan CPNS 2024 untuk Fresh Graduate
Siap-siap Rekrutmen CPNS 2024, Ini Formasi dan Syarat Utama Daftar Jadi Pegawai Negeri Sipil
TikToker Ini Borong Seluruh Tiket Sebioskop untuk Nonton Sendirian