PejuangKantoran.com - Amazon membantah anggapan bahwa kecerdasan buatan (AI) sepenuhnya menggantikan peran manusia di perusahaan. Meski telah memangkas sekitar 30.000 posisi korporat sejak akhir 2025 hingga awal 2026, raksasa teknologi tersebut tetap membuka sekitar 11.000 posisi baru untuk software engineer, lulusan baru, dan program magang pada tahun ini.
Pernyataan tersebut disampaikan CEO Amazon Web Services (AWS), Matt Garman, yang menegaskan bahwa AI justru mengubah cara kerja para engineer, bukan menghilangkan kebutuhan terhadap mereka.
"Saya bisa memastikan bahwa kami merekrut software developer sebanyak sebelumnya. Bahkan, saya melihat permintaan terhadap talenta ini terus meningkat," kata Garman dalam ajang AWS What's Next.
Menurutnya, AI kini mampu mengambil alih pekerjaan yang bersifat repetitif, seperti penulisan kode sederhana, debugging, dan tugas operasional. Namun, perusahaan tetap membutuhkan sumber daya manusia untuk merancang arsitektur sistem, mengintegrasikan berbagai teknologi, serta menyelesaikan persoalan yang lebih kompleks.
Baca Juga: Menyingkap Rahasia Erling Haaland: Kisah di Balik Monster Gol yang Mengguncang Jagat Sepak Bola
Sementara itu, Amazon menjelaskan bahwa pemangkasan karyawan yang dilakukan merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi untuk mengurangi birokrasi dan menyederhanakan struktur perusahaan. Di saat yang sama, perusahaan menegaskan akan terus merekrut di bidang-bidang strategis yang mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa transformasi AI di dunia kerja tidak selalu berarti menggantikan manusia sepenuhnya. Sejumlah perusahaan teknologi kini mulai mengadopsi pendekatan yang menggabungkan AI dengan tenaga kerja manusia agar produktivitas meningkat, sementara peran yang membutuhkan kreativitas, pengambilan keputusan, dan kolaborasi tetap dijalankan oleh manusia.
Baca Juga: Nggak Sepenuhnya Qualified untuk Lowongan yang Kamu Minati? Begini Cara Bikin Kamu Lebih Standout!
Dengan kata lain, perekrutan 11.000 talenta baru bukan merupakan bukti bahwa AI gagal menggantikan pekerja, melainkan mencerminkan perubahan kebutuhan keterampilan di era kecerdasan buatan. Amazon kini mencari talenta yang mampu bekerja berdampingan dengan AI, bukan bersaing dengannya.
Artikel Terkait
Ini Alasan Ilmiah Mengapa Pemain Sepak Bola Modern Suka Menggunting Bagian Betis Kaos Kaki Mereka
10 Kota Paling Layak Huni di Dunia untuk Tahun 2026, Kota Mana yang Ada di Peringkat Satu?
5 Selebritas Dunia Superkaya yang Memiliki Supercar McLaren, Cristiano Ronaldo Salah Satunya!
Berkaca Dari Kejadian Kecelakaan Terbelahnya McLaren 720S Milik Andra ST di Sukoharjo, Ini yang Harus Kamu Ketahui Tentang Karakteristik Supercar
Ini Dia Sederet Fakta Menarik Laga Prancis Lawan Maroko di Babak Perdelapan Final Piala Dunia FIFA 2026 Nanti Malam
Demi Efisiensi, IKEA Menutup 10 Tokonya di Seluruh Dunia Tahun Ini, Beralih ke Format Home Delivery
Jepang Merilis Daftar 74 Negara yang Warganya Berhak Mendapat Bebas Visa, Indonesia Masuk Nggak?
Microsoft Kasih Paket Pesangon Gede Buat 4.800 Karyawan Divisi Xbox yang Kena PHK
Jakarta Resmi Jadi Kota Terpadat di Dunia, Kalahkan Dhaka dan Tokyo
Swedia Jadi Negara Pertama yang Bisa Resepkan Liburan dari Dokter