PejuangKantoran.com- Lebih dari 840 ribu orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berkaitan dengan risiko psikososial di lingkungan kerja. Temuan tersebut diungkap dalam laporan terbaru International Labour Organization (ILO) bertajuk The Psychosocial Working Environment: Global Developments and Pathways for Action, yang dirilis menjelang World Day for Safety and Health at Work 2026.
ILO menyebut risiko psikososial mencakup berbagai kondisi kerja yang berdampak pada kesehatan mental maupun fisik pekerja, seperti jam kerja yang panjang, beban kerja berlebihan, ketidakpastian pekerjaan, rendahnya kontrol terhadap pekerjaan, hingga perundungan dan pelecehan di tempat kerja.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, depresi, gangguan kecemasan, hingga bunuh diri.
Baca Juga: Punya Banyak Follower di Media Sosial Nggak Jadi Jaminan, Ini Syarat Membangun Komunitas!
Dalam laporannya, ILO memperkirakan faktor-faktor tersebut menyebabkan hampir 45 juta disability-adjusted life years (DALYs) atau tahun kehidupan sehat yang hilang setiap tahun. Dari sisi ekonomi, dampaknya juga tidak kecil. Risiko psikososial diperkirakan menyebabkan kerugian setara 1,37% dari produk domestik bruto (PDB) global setiap tahun akibat menurunnya produktivitas dan hilangnya kapasitas kerja.
ILO juga menyoroti bahwa transformasi dunia kerja dalam beberapa tahun terakhir berpotensi memperbesar tantangan tersebut. Digitalisasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), kerja jarak jauh, serta berbagai bentuk hubungan kerja baru dapat meningkatkan tekanan psikososial apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan organisasi yang baik. Di sisi lain, perubahan tersebut juga dapat menjadi peluang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan sehat apabila diterapkan secara tepat.
Karena itu, ILO mendorong perusahaan untuk menjadikan pengelolaan risiko psikososial sebagai bagian dari sistem keselamatan dan kesehatan kerja. Langkah yang disarankan antara lain mengatur beban kerja secara proporsional, memperjelas peran dan tanggung jawab karyawan, mencegah kekerasan serta pelecehan di tempat kerja, dan membangun budaya kerja yang mendukung kesehatan mental pekerja.
Baca Juga: 6 Tanda Sudah Waktunya Membangun Komunitas yang Lebih Terarah agar Bisnis Bisa Terus Bertumbuh
Menurut ILO, menciptakan lingkungan kerja yang sehat tidak hanya penting untuk melindungi kesejahteraan pekerja, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi perusahaan. Tempat kerja yang mampu mengelola risiko psikososial dengan baik dinilai berpotensi meningkatkan produktivitas, memperkuat kinerja organisasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Artikel Terkait
Bisa Nggak Sih, Ngelamar Lowongan Pekerjaan Jika Tidak Semua Persyaratannya Kita Penuhi?
Era Serba Digital, Namun Ternyata Bolpoin Masih Sangat Diperlukan untuk Kerja Terutama di Tugas Penting Berikut!
Nggak Sepenuhnya Qualified untuk Lowongan yang Kamu Minati? Begini Cara Bikin Kamu Lebih Standout!
Diminta Perusahaan Ikut Brainstorming? Siapkan 10 Hal Berikut Ini Agar Punya Kontribusi yang Berarti!
Kapan Sebaiknya Nggak Maksa Melamar Pekerjaan yang Nggak Sesuai Kualifikasi Kamu?
Kata Penelitian, Liburan Setiap Dua Bulan Lebih Efektif Cegah Burnout
Berapa Lama Idealnya Rekruter Membalas Lamaran Kerja supaya Pelamar Nggak Merasa Di-ghosting?
6 Tanda Sudah Waktunya Membangun Komunitas yang Lebih Terarah agar Bisnis Bisa Terus Bertumbuh
Leading By Quiet Example, Gaya Kepemimpinan yang Tak Sekadar "Omon-Omon"
Punya Banyak Follower di Media Sosial Nggak Jadi Jaminan, Ini Syarat Membangun Komunitas!