Berkali-kali Hadapi Maut dalam Karir Militernya, Prabowo: "Tuhan Masih Beri Saya Nafas"

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 9 Februari 2024 | 15:42 WIB
Prabowo mengatakan bahwa ia sudah beberapa kali menghadapi maut hingga mengucapkan dua kalimat syahadat. (Instagram/@prabowo)
Prabowo mengatakan bahwa ia sudah beberapa kali menghadapi maut hingga mengucapkan dua kalimat syahadat. (Instagram/@prabowo)

PejuangKantoran.com - Semenjak lulus dari AKABRI, Magelang, tahun 1974, Prabowo Subianto sudah bersumpah untuk siap mati demi bangsa dan rakyat Indonesia.

Lulus dengan pangkat letnan dua, Prabowo kemudian aktif berkarir di militer hingga tahun 1998 dengan jabatan Panglima Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat).

Baca Juga: Film Action Bonnie Melibatkan 1200 Ahli Bela Diri untuk Adegan-adegan Street Fight-nya

Namun jauh sebelum itu, tepatnya di usia 18 tahun, Prabowo sudah bercita-cita untuk membaktikan hidupnya pada bangsa dan negara.

Fakta terakhir itulah yang disampaikan Capres nomor urut 2 itu di hadapan puluhan ribu warga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Kota Bandung, Kamis (8/2/2024).

"Saudara-saudara sekalian, saya dari usia muda 18 tahun, saya sudah teken siap mati untuk bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Selama perjuangannya, ia mengatakan telah beberapa kali menghadapi maut hingga mengucapkan dua kalimat syahadat, seperti yang diajarkan oleh para kyai.

Baca Juga: Kampanye Akbar di Bandung, Prabowo Berpesan Agar Warga Tidak Saling Mengadu Domba

"Saudara-saudara sekalian, ustad-ustad saya kiyai-kiyai saya mengajarkan kepada saya, ‘Prabowo kau sebagai muslim sebelum kau menghabiskan nafasku terakhir harus mengucapkan dulu dua kalimat syahadat’," kenangnya.

"Dan saya sudah tiga kali dalam hidup saya mengucapkan dua kalimat syahadat karena pikir saya, saya sudah dipanggil Tuhan," jelas Prabowo.

Namun, kata dia, Tuhan masih memberikan kesempatan, hingga saat ini masih bisa bertarung di Pilpres 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka.

“Tapi ternyata Tuhan masih memberi saya nafas, masih memberi saya kekuatan, masih memberi saya kesehatan. Berarti harus menunaikan tugas untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Politisasi Bansos Dimulai dari Sumber Data yang Berbeda

"Dan saya di saat sekarang sesudah saya taruhkan nyawa saya puluhan tahun untuk republik ini, saya tidak rela masih melihat ada orang miskin di Indonesia, saya tidak rela," lanjutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X