Huruf "o" dalam "o'clock" berasal dari frasa lengkap "of the clock," yang berarti "menurut jam." Penggunaan frasa ini dapat ditelusuri kembali ke tahun 1384, seiring dengan meningkatnya popularitas jam mekanik di Eropa.
Baca Juga: Pos Indonesia Luncurkan Prangko NFT, Lebih Mudah Diperdagangkan ke Kolektor Internasional
Sebelum itu, waktu biasanya diukur dengan alat seperti jam matahari. Dengan hadirnya jam mekanik yang pertama kali dibuat di Italia dan Jerman utara antara tahun 1270 dan 1300, istilah "of the clock" mulai digunakan sebagai cara standar untuk menunjukkan waktu.
Namun, dengan perkembangan bahasa, frasa "of the clock" mengalami penyederhanaan. Dalam penggunaan sehari-hari, orang-orang mulai mengucapkan "o'clock" untuk menghemat waktu.
Menurut Anne Curzan, seorang profesor linguistik di Universitas Michigan, penyederhanaan ini terjadi karena kata-kata dalam posisi tidak ditekankan cenderung dihilangkan. Dalam frasa "1 of the clock," dua kata ("of" dan "the") tidak ditekankan, sehingga lebih mudah dan cepat untuk mengatakan "1 o'clock."
Seiring dengan peningkatan melek huruf dan standar penulisan, bentuk singkat "o'clock" semakin diterima dalam bahasa Inggris. Ini juga menunjukkan bahwa ejaan sering kali mencerminkan pengucapan, sehingga "o'clock" menjadi bentuk yang lebih umum digunakan.
Baca Juga: Kompak Berdua, Prabowo Dampingi Jokowi Hadiri Pelantikan Anggota MPR/DPR
Menariknya, kata "clock" sendiri memiliki akar dalam bahasa Latin, yaitu "clocca," yang berarti lonceng. Jam mekanik awal sering dipasang di menara gereja dan menandakan waktu dengan suara lonceng untuk memanggil umat beribadah.
Bagi para biarawan dan biarawati, waktu diukur berdasarkan lonceng yang berbunyi, seperti saat ada sembilan bunyi lonceng yang menandakan waktu doa. Ketika jam-jam kecil mulai diperkenalkan ke rumah-rumah, banyak di antaranya juga menggunakan lonceng untuk menandakan waktu, sehingga istilah "clock" mulai digunakan untuk merujuk pada alat penunjuk waktu itu sendiri.
Dengan demikian, "o'clock" bukan hanya sekadar istilah waktu, tetapi juga mencerminkan evolusi bahasa dan budaya sepanjang sejarah.
Artikel Terkait
ORI026 Sudah Mulai Ditawarkan dengan Imbal Hasil 6,3% dan 6,4%. Begini Simulasi Investasinya!
Menyelami Kelamnya G30S/PKI, Sederet Fakta Sejarah dan Transisi Kekuasaan Presiden RI Setelahnya
Manajer Resto Haidilao Sukses Menarik Pelanggan berkat Tariannya hingga Disarankan Berkarir di Korea
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Non Subsidi Per 1 Oktober 2024. Berikut Daftar Resminya.
Hari Batik Nasional: Ini Asal Usul PNS Harus Memakai Batik sebagai Seragam di Hari Jumat
Marissa Haque Meninggal Puluhan Ribu Ucapan Duka Disampaikan Lewat Instagram Chiki Fawzi Anaknya
Klaim Iran Menggunakan Fattah 1 Dalam Serangan ke Israel Dibantah Ahli Persenjataan Barat
Kompak Berdua, Prabowo Dampingi Jokowi Hadiri Pelantikan Anggota MPR/DPR
Maskapai Baru BBN Airlines Indonesia Resmi Beroperasi dengan Tiga Rute, Tujuh Kali Seminggu
Pos Indonesia Luncurkan Prangko NFT, Lebih Mudah Diperdagangkan ke Kolektor Internasional