Jam Kerja Fleksibel, Jumlah Karyawan yang Melahirkan di Perusahaan Kecantikan Ini Meningkat

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 28 November 2024 | 20:06 WIB
Ilustrasi: Tunjangan cuti orang tua di Ma:Nyo akan dinaikkan menjadi sekitar Rp28 juta per bulan dari saat ini sekitar Rp17 juta. (Freepik)
Ilustrasi: Tunjangan cuti orang tua di Ma:Nyo akan dinaikkan menjadi sekitar Rp28 juta per bulan dari saat ini sekitar Rp17 juta. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Di antara banyak perusahaan di Korea Selatan yang memiliki budaya kerja buruk, merek kecantikan K-beauty Ma:nyo justru sebaliknya.

Karyawan yang bekerja di sana dapat mengambil cuti untuk menjaga anak-anak, melakukan tugas-tugas rumah tangga, bahkan hanya untuk mengikuti kelas yoga atau les tenis selama jam kerja.

Ma:nyo membebaskan seluruh karyawannya untuk mengatur jam kerja fleksibel, selama memenuhi jumlah jam kerja wajib yang ditetapkan setiap bulannya, yaitu rata-rata sekitar 171 jam.

Baca Juga: Angka Kelahiran Semakin Turun, Pemerintah Korea Selatan Buat Kebijakan yang Menguntungkan Pasutri Bekerja

Itu berarti mereka diwajibkan untuk bekerja sekitar 8,5 jam sehari.

Tingkat kelahiran di perusahaan ini meningkat

Bukan tanpa alasan Ma:nyo membuat kebijakan yang dianggap banyak pengusaha hanya menguntungkan karyawan tersebut.

“Kebijakan ini fokus pada tugas-tugas pekerjaan, bukan pada jam kerja. Jadi, saya pikir hal ini membuat perusahaan saya lebih efisien dan lebih efektif,” kata Wakil Presiden Senior Ma:nyo, Choi Jin-ho, seperti dikutip Inquirer.net.

Perusahaan yang terkenal dengan produk cleansing oil terlarisnya ini, bahkan dinobatkan sebagai perusahaan teladan untuk kebijakan work life balance oleh pemerintah Korea Selatan pada September 2024.

Di Ma:nyo, jumlah karyawan yang melahirkan telah meningkat tiga kali lipat sejak diperkenalkannya jam kerja fleksibel pada awal 2022. Karyawan perusahaan ini akan melahirkan enam bayi lagi pada 2024.

Baca Juga: Saat Istri Melahirkan, Kebijakan Cuti Ayah Juga Harus Diterapkan Agar Bisa Menguntungkan Istri dan Anak

Berharganya waktu kerja fleksibel bagi para ibu

Desainer Ma:nyo, Kim Sol-mi (34), yang telah bekerja di perusahaan ini selama tujuh tahun, mengaku tidak terlalu memikirkan pengaturan jam kerja fleksibel hingga ia menjadi seorang ibu sekitar dua tahun yang lalu.

Saat ia kembali dari cuti melahirkan, perusahaan yang memiliki lebih dari 100 karyawan itu baru saja menerapkan praktik baru tersebut.

Lalu, ketika bayinya yang berusia 23 bulan baru-baru ini mengalami patah tulang, ia menjadi lebih menyadari betapa “berharganya” pengaturan jam kerja fleksibel untuk mencapai work life balance.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Inquirer.net

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X