Duh! Burberry PHK 1.700 Pekerja dalam Langkah Penghematan Besar

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 15 Mei 2025 | 09:39 WIB
Sebuah toko Burberry - Busurnusa.com
Sebuah toko Burberry - Busurnusa.com

PejuangKantoran.com - Burberry mengumumkan rencana untuk mengurangi sekitar 1.700 pekerjaan, atau sekitar 18% dari total tenaga kerjanya secara global, hingga tahun 2027.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya penghematan biaya sebesar £60 juta yang bertujuan untuk mengembalikan profitabilitas perusahaan.

Dengan tambahan penghematan ini, Burberry menargetkan total penghematan tahunan mencapai £100 juta pada tahun 2027.

Perusahaan yang dikenal dengan trench coat khas Inggris ini melaporkan kerugian operasional sebesar £3 juta untuk tahun yang berakhir pada 29 Maret 2025, berbanding terbalik dengan laba £418 juta pada tahun sebelumnya. Pendapatan turun 17% menjadi £2,5 miliar.

Baca Juga: Cocote Tonggo: Bayu Skak Berbagi Trik Biar Nggak Baper saat Jadi Bahan Gunjingan Tetangga

Mayoritas pemangkasan pekerjaan akan terjadi di kantor-kantor Burberry secara global, meskipun ada juga pengurangan di toko dan pabrik Castleford di Inggris, termasuk penghapusan shift malam.

Meskipun demikian, Burberry berkomitmen untuk mempertahankan produksi trench coat khas Inggris di pabrik tersebut dan berencana melakukan investasi signifikan dalam beberapa bulan mendatang.

CEO baru Burberry, Joshua Schulman, yang sebelumnya memimpin Coach dan Jimmy Choo, menggantikan Jonathan Akeroyd pada Juli 2024. Schulman berfokus untuk mengembalikan Burberry ke produk-produk inti seperti trench coat dan syal, serta menyesuaikan harga di beberapa kategori produk.

Ia juga menekankan pentingnya budaya kerja yang berorientasi pada kinerja tinggi dan efisiensi operasional.

Baca Juga: Beasiswa EPOS DAAD 2026/27 Sudah Dibuka! Kesempatan Kuliah di Jerman Bisa Bawa Pasangan dengan Biaya Penuh

Meskipun menghadapi tantangan, termasuk penurunan penjualan di pasar China dan Amerika Serikat, Schulman tetap optimis bahwa Burberry dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan di masa depan. Reaksi pasar terhadap pengumuman ini positif, dengan saham Burberry naik 6,9% setelah pengumuman tersebut.

Langkah-langkah ini menunjukkan upaya Burberry untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan kembali ke akar merek mereka, sambil berupaya mempertahankan warisan Inggris yang telah lama menjadi ciri khas perusahaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Financial Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X