Ada Nama Indonesia yang Berperan Dalam Perkembangan dan Sejarah Pesawat Tempur Siluman Dunia

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 17 Juni 2025 | 15:40 WIB
KF-21 Boramae di ADEX 2023, Seoul. Pesawat siluman kolaborasi antara Korea Selatan dengan Indonesia. (Shmatko Andrei)
KF-21 Boramae di ADEX 2023, Seoul. Pesawat siluman kolaborasi antara Korea Selatan dengan Indonesia. (Shmatko Andrei)

Pejuangkantor.com - Penembakan F-35 Lightning II milik Israel oleh Iran, masih terus menjadi kontroversi. Klaim Iran dibantah oleh Israel.

Menjadi lebih kontroversial karena F-35 Lightning II adalah pesawat tempur siluman (stealth) yang dirancang sulit terdeteksi radar, inframerah, atau penglihatan musuh.

Artinya, ketika berhasil ditembak jatuh, bahkan konon sampai 3 pesawat, teknologi tercanggih pesawat tempur ini menjadi dipertanyakan.

Sejarah pesawat tempur siluman cukup panjang. Tahun 1950an, Amerika Serikat sudah mulai meneliti jejak radar pesawat atau Radar Cross Section (RCS).

RCS adalah ukuran seberapa besar pesawat memantulkan gelombang radar ke sumber radar. Semakin besar RCS, semakin mudah pesawat terdeteksi oleh radar musuh.

Penelitian ini terjadi pada saat perang dingin antara AS-Uni Soviet, di mana AS khawatir Soviet bisa menembak jatuh pesawat pengintai dan bomber AS. Seperti kita tahu, pesawat pengintai U-2 dan bomber B-52 milik AS itu ukurannya cukup besar dan mudah terdeteksi radar.

Inti dari riset AS pada tahun 1950an ini adalah mengukur dan memahami bagaimana radar mendeteksi pesawat serta mengembangkan metode untuk menurunkan RCS.

 Baca Juga: F-35 Lightning II Yang Konon Ditembak Jatuh Iran ini Ternyata Program Militer Termahal Dalam Sejarah

Dikembangkan AS, Konsep Ahli Sovyet

Uniknya, justru AS kemudian mengembangkan teknologi stealth ini berdasarkan karya tulis fisikawan Uni Soviet Pyotr Ufimtsev. Pyotr Ufimtsev menulis tentang Method of Edge Waves.

Karya tulis Method of Edge Waves ini mengemukakan bagaimana bentuk dan tepi permukaan memengaruhi pantulan radar. Ini yang kemudian pada tahun 1971 dijadikan dasar perhitungan teknologi stealth (siluman).

Teori ini menunjukkan bahwa bentuk lebih penting daripada ukuran dalam menyembunyikan pesawat dari radar. Kemudian oleh Lockheed Martin, dijadikan dasar mengembangkan desain “faceted shape” seperti F-117.

Hingga sekarang perkembangan teknologi siluman yang diterapkan pada pesawat tempur sudah berkembang. Tak hanya AS, negara-negara lain juga mengembangkan pesawat tempur siluman.

Berikut ini pesawat tempur siluman yang aktif dan prototipe di seluruh dunia:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Wikipedia, Tempo.co, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X