Tinggalkan Profesi Guru Bahasa Jepang, Mahatmi Rismartanti Mantap Jadi Sopir Bus di Prefektur Kanagawa

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 28 Juni 2026 | 20:05 WIB
ahatmi Rismartanti menjadi sopir bus perempuan asing pertama yang memegang visa Specified Skilled Worker tipe 1 di Prefektur Kanagawa, Jepang. (Yomiuri.co.jp)
ahatmi Rismartanti menjadi sopir bus perempuan asing pertama yang memegang visa Specified Skilled Worker tipe 1 di Prefektur Kanagawa, Jepang. (Yomiuri.co.jp)

PejuangKantoran.com - Nggak terasa, sudah dua tahun berlalu sejak pemerintah Jepang resmi memasukkan profesi sopir bus ke daftar visa Specified Skilled Worker (Pekerja Keterampilan Spesifik).

Kebijakan ini diambil sebagai langkah untuk mengatasi krisis kelangkaan tenaga kerja di berbagai sektor pelayanan publik di sana. Sekarang, para pekerja asing pemegang visa ini sudah  sering terlihat di jalanan kota di Jepang, mengemudikan bus dan membawa penumpang lokal.

Di antara para pengemudi bus tersebut, adalah supir bus perempuan asing pertama yang memegang visa tipe 1 ini. Musim semi kemarin, ia mulai bekerja di Prefektur Kanagawa.

Baca Juga: Lowongan Kerja Financial Planning & Analysis (FP&A) Senior Manager (Mandarin Speaker) di Aice Group

"Pintu akan segera ditutup. Harap berhati-hati," ucap Mahatmi Rismartanti (27), dengan nada bicara yang sangat sopan kepada para penumpangnya, akhir April lalu.

Dari namanya kita tahu, pengemudi tersebut berasal dari Indonesia. Ia merupakan satu dari tiga pengemudi asing yang direkrut oleh perusahaan transportasi raksasa asal Tokyo, Tokyu Bus Corp.

Sehari-hari, Mahatmi bertugas menjalani rute yang menghubungkan depo bus di Wilayah Aso, Kawasaki, dengan Stasiun Tama-plaza di Wilayah Aoba, Yokohama.

Dulunya penggemar anime 

Perjalanan hidup Mahatmi ini terbilang sangat unik. Lahir dari keluarga petani di Jawa Timur, dia memang punya impian masa kecil yang tidak lazim bagi para perempuan, yaitu menyetir kendaraan besar.

Waktu duduk di bangku SMA, dia jatuh cinta dengan anime Jepang berjudul K-ON!. Ketertarikan inilah yang membawanya masuk ke jurusan Bahasa dan Sastra Jepang di universitas, bahkan film anime populer Your Name. dipilihnya sebagai topik skripsi.

Baca Juga: Strategi Baru JAFF Market 2026 agar Film Indonesia Nggak Cuma Jago Kandang

Setelah lulus, Mahatmi sempat bekerja menjadi guru bahasa Jepang di Jawa Timur. Namun, jalannya berubah total pada November 2024 ketika dia melihat lowongan kerja dari Tokyu Bus di media sosial.

Mahatmi, yang merasa pekerjaan ini adalah jodohnya, langsung mendaftar. Ia pun lolos wawancara dan tes menyetir.

Namun begitu visanya beres dan Mahatmi tiba di Jepang pada September 2025, proses untuk mulai bekerja tidak semudah yang dia bayangkan. Ia wajib mendapatkan SIM Khusus Kendaraan Besar Kelas 2, yang merupakan syarat mutlak di Jepang untuk bisa membawa bus berpenumpang umum.

Setelah menjalani pelatihan intensif selama empat bulan penuh, Mahatmi akhirnya resmi menjadi supir bus di Tokyu Bus pada Maret tahun ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: yomiuri.co.jp

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X