Menuju Bank Berkelanjutan Kelas Dunia, BRI Optimalkan Kontribusi pada SDGs

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 4 Juli 2025 | 12:31 WIB
BRI tegaskan komitmen jadi bank berkelanjutan kelas dunia lewat kontribusi nyata terhadap SDGs, UMKM, ekonomi hijau, dan inklusi keuangan nasional.
BRI tegaskan komitmen jadi bank berkelanjutan kelas dunia lewat kontribusi nyata terhadap SDGs, UMKM, ekonomi hijau, dan inklusi keuangan nasional.

 

PejuangKantoran.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan keuangan berkelanjutan dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sejak 2023, BRI secara proaktif melakukan pemetaan dan pelaporan pendapatan yang terkait dengan SDGs (SDGs-linked revenue) melalui Sustainability Report. Pendekatan ini memungkinkan BRI untuk memonitor dan mengukur kontribusi ekonomi, sosial, serta lingkungan yang dihasilkan dari produk, layanan, dan aktivitas bisnisnya.

Pada tahun 2024, sebanyak 65,46% dari pendapatan berbasis bunga dan biaya layanan BRI tercatat sebagai SDGs-linked revenue. Angka ini menunjukkan keselarasan kuat antara strategi bisnis BRI dengan agenda keberlanjutan global. Dari total tersebut, 48,09% berkontribusi langsung pada SDG Nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Fokus utama BRI pada pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kunci pencapaian tersebut, mengingat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Investor Global Percaya, Transformasi Jadi Fondasi Kuat Saham BBRI

Sepanjang 2024, BRI menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp698,66 triliun di seluruh nusantara. Pembiayaan ini mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif melalui produk mikro dan kecil serta program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMKM sendiri mencakup lebih dari 97% dari total 65 juta pelaku usaha di Indonesia, berkontribusi sebesar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional.

Inovasi inklusi keuangan menjadi pilar penting dalam kontribusi BRI terhadap SDGs. Jaringan AgenBRILink, yang hingga akhir 2024 telah mencapai lebih dari 1 juta agen di seluruh Indonesia, memperluas akses layanan perbankan terutama di daerah terpencil sekaligus memberikan pendapatan tambahan kepada agen melalui skema bagi hasil transaksi.

Selain itu, layanan perbankan digital seperti transaksi melalui e-channel, e-banking, cash management, dan trade finance juga berperan mendukung SDG 8 dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), memperkuat inklusi keuangan berbasis teknologi.

BRI juga aktif berkontribusi pada SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dengan 12,43% dari SDGs-linked revenue berasal dari pembiayaan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Ini mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui akses pembiayaan yang inklusif.

Baca Juga: Sudah Tidak Puas dengan Pekerjaan Saat Ini, Tanda Kamu Harus Pindah Jalur Karir. Apa Tanda Lainnya?

Dalam upaya transisi menuju ekonomi hijau, sepanjang 2024 BRI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp86,56 triliun untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL). Pembiayaan ini mencakup sektor energi terbarukan, produk ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam hayati, penggunaan lahan berkelanjutan, dan transportasi ramah lingkungan. Dukungan ini selaras dengan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Ekosistem Darat).

Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto, menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen nyata BRI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. “Dengan 65,46% dari pendapatan berbasis bunga dan biaya layanan dikategorikan sebagai SDGs-linked revenue, keberlanjutan bukan hanya menjadi strategi, melainkan inti dari model bisnis kami. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperluas akses keuangan inklusif di seluruh Indonesia,” ujarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X