PejuangKantoran.com - Ketika industri transportasi bus di Jepang makin tertekan karena kekurangan sopir, siapa sangka harapan baru justru datang dari Indonesia.
Melalui skema visa specified skilled worker, para pengemudi bus asal Indonesia kini punya peluang besar untuk bekerja di Jepang.
Di Karanganyar, Jawa Tengah, berdiri sebuah sekolah mengemudi yang suasananya terasa tidak biasa. Dikelilingi pohon pisang dan hamparan sawah, Japan Indonesia Driving School (JIDS) menghadirkan nuansa Jepang di tengah pedesaan Jawa.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sebut THR ASN Bakal Cair Awal Bulan Ramadan
Aturan lalu lintas Jepang
Rambu berhenti ditulis dalam huruf Jepang. Ada juga tanda perlintasan kereta ala Jepang, lengkap dengan jalur tanjakan untuk latihan. Sekilas, tempat ini seperti potongan kecil Jepang yang dipindahkan ke Indonesia.
Sekolah ini didirikan pada Agustus 2024 oleh KS Global, perusahaan berbasis di Shinjuku, Tokyo, yang bekerja sama dengan lembaga pelatihan vokasi di Indonesia. Selain mengelola sekolah ini, KS Global juga bergerak di bidang perekrutan tenaga kerja asing.
Di JIDS, siswa tidak hanya belajar teknik mengemudi. Mereka juga mempelajari aturan lalu lintas Jepang sekaligus bahasa Jepang, mulai dari percakapan sehari-hari hingga materi yang dibutuhkan untuk lulus ujian SIM di Jepang.
Targetnya cukup ambisius: sekitar 50 pengemudi bus dijadwalkan berangkat ke Jepang dalam setahun.
Menurut Direktur Pelaksana KS Global, Kenichi Hikawa, ada satu faktor penting yang membuat pengemudi Indonesia cepat beradaptasi.
Baca Juga: Kapan Rabu Abu 2026? Ini Tanggal dan Maknanya
“Aturan lalu lintas di Indonesia sama dengan Jepang, sama-sama berjalan di sisi kiri jalan dan posisi setir di kanan,” ujarnya.
Ditambah lagi, mobil-mobil Jepang sangat umum di Indonesia, sehingga banyak pengemudi sudah terbiasa dengan kendaraan produksi Jepang.
Salah satu siswa, Jejen Kurniawan (32), tampak serius berlatih mengemudikan bus besar Isuzu di lintasan sekolah. Ia membayangkan dirinya menyusuri jalanan Jepang.
Dengan keluarga kecilnya yang terdiri atas istri, anak laki-laki delapan tahun, dan bayi perempuannya yang berusia enam bulan, Jejen bermimpi menjadi pengemudi bus di Jepang, agar bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.
Artikel Terkait
Strategi Makan Buah Saat Sahur dan Buka Puasa Ramadhan untuk Mengelola Berat Badan Kamu
Cara Meminta Feedback pada Rekruter setelah Menerima Surat Pernyataan Tidak Diterima Bekerja
Bagi Penderita GERD, Perhatikan 5 Poin Penting Berikut Ini Saat Berpuasa Ramadhan Supaya Aman
AirAsia X Buka Rute Baru Penerbangan Global Lewat Rute Kuala Lumpur–Bahrain–London
Penukaran Uang Baru untuk Angpao Lebaran Sudah Dibuka di Bank Indonesia, Simak Cara Pesannya!
Buat Fresh Graduate, Nih Lowongan Kerja Creative Studio Assistant di Howel and Co Indonesia!
Waktu Puasa Terpanjang dan Tersingkat di Dunia dan Penyebabnya