Bagi Penderita GERD, Perhatikan 5 Poin Penting Berikut Ini Saat Berpuasa Ramadhan Supaya Aman

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 13 Februari 2026 | 12:57 WIB
Bagi penderita GERD, menjalankan ibadah puasa Ramadhan tetap bisa aman dengan memperhatikan poin-poin penting. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Bagi penderita GERD, menjalankan ibadah puasa Ramadhan tetap bisa aman dengan memperhatikan poin-poin penting. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comGERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus (kerongkongan), karena otot melingkar di bawah kerongkongan (LES, lower esophageal sphincter) lemah.

Karena lemah menyebabkan asam lambung mengalir ke kerongkongan sehingga menimbulkan iritasi dan radang. Gejala yang kamu rasakan adalah heartburn (sensasi perih dan panas di dada) dan berbagai gejala lain di dada bagian bawah dan perut.

Beda dari maag, gejala GERD bisa memburuk setelah makan atau saat berbaring. Keluhan yang sering diungkapkan oleh penderita adalah sering sendawa, mual dan muntah, sesak nafas, serta mulut teras asam.

Di saat puasa Ramadhan seperti yang akan dijalankan oleh seluruh umat Islam di dunia, pertanyaan yang sering muncul adalah tentang bagaimana penderita GERD harus berpuasa?

Berikut ini hal-hal yang wajib diketahui oleh penderita GERD yang akan menjalankan puasa Ramadhan:

Baca Juga: Strategi Makan Buah Saat Sahur dan Buka Puasa Ramadhan untuk Mengelola Berat Badan Kamu

Apakah Penderita GERD Boleh Berpuasa?

Secara medis:

  • GERD ringan–terkontrol, umumnya boleh berpuasa dengan pengaturan makan dan obat yang tepat.
  • GERD berat / sering kambuh / ada komplikasi (ulkus, esofagitis berat), perlu konsultasi dokter terlebih dahulu.

Puasa tidak otomatis memperburuk GERD, tetapi pola makan saat sahur dan berbuka sangat menentukan.

1. Mengapa GERD Bisa Kambuh Saat Puasa?

Ada sejumlah faktor pemicu:

  1. Makan berlebihan saat berbuka. Perilaku ini menyebabkan lambung mendadak penuh, sehingga tekanan meningkat dan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.
  2. Langsung tidur setelah sahur. Perlu diketahui, posisi berbaring memudahkan refluks.
  3. Menu tinggi lemak dan pedas. Ini berpotensi memperlambat pengosongan lambung.
  4. Minuman asam dan berkafein (kopi, teh pekat, soda).
  5. Stres dan kurang tidur.

Baca Juga: Puasa Bukan Alasan Buat Mager, Ini Cara Jitu Tetap Dapat 10.000 Langkah Tiap Hari Saat Ramadan

Catatan penting:
Lambung tetap memproduksi asam walaupun tidak makan. Pada sebagian orang, lambung kosong lama bisa memicu rasa perih.

2. Strategi Aman Berpuasa untuk Penderita GERD

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X