Gojek Ubah Skema Bagi Hasil: Driver Terima Penghasilan 92%, Penumpang Tetap Bayar Sama

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 22 Mei 2026 | 20:26 WIB
Ilustrasi: Mitra pengemudi Gojek kini akan membawa pulang 92% dari total ongkos perjalanan yang dibayar penumpang. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi: Mitra pengemudi Gojek kini akan membawa pulang 92% dari total ongkos perjalanan yang dibayar penumpang. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Layanan Gojek selama ini benar-benar menjadi penolong bagi masyarakat. Selain disebut-sebut membuka jutaan lapangan kerja baru, Gojek juga membuat perjalanan kita jadi makin mudah dan cepat.

Hanya saja, beberapa tahun terakhir para mitra pengemudi merasa potongan aplikasi yang diterapkan aplikator terlalu membebani mereka. Belum lagi biaya langganan harian untuk mendapat akses order prioritas.

Namun PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) baru saja melakukan penyesuaian skema bagi hasil yang hasilnya kini menguntungkan mitra pengemudi. Di sisi konsumen, tarif yang dikenakan tetap stabil. 

Baca Juga: Hanung Bramantyo Terapkan Sistem Kerja yang Ramah Anak di Lokasi Syuting 'Children of Heaven'

Keresahan para driver ojol ini sebelumnya ditanggapi pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang diteken oleh Presiden Prabowo Subianto. Melalui perpres tersebut, pemerintah menunjukkan keseriusan dalam melindungi pekerja transportasi online.

Direktur Utama/CEO GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan langsung komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026) lalu, Gojek menurunkan potongan tarif platform mereka.

Potongan aplikasi yang sebelumnya mencapai sekitar 20%, kini dipangkas menjadi 8% saja. Dengan demikian, driver ojol kini akan membawa pulang 92% dari total ongkos perjalanan yang kita bayarkan.

Hans mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan langkah besar bagi perusahaan.

"Kami berkomitmen untuk menyesuaikan skema bagi hasil, di mana 92% dari setiap perjalanan GoRide akan menjadi hak pengemudi," katanya.

Tentu ini menjadi kabar baik bagi driver Gojek, karena uang dari penumpang sekarang lebih banyak yang langsung masuk kantong mereka.

Baca Juga: Omar Daniel: Jadi Tulang Punggung Keluarga Itu Berkat yang Tidak Bisa Didapat Semua Orang

Apakah tarif akan naik?

Lalu bagaimana dengan penumpang sendiri, apakah kebijakan Gojek akan membuat tarif perjalanan menjadi mahal? Untungnya, enggak. Hans Patuwo memastikan bahwa untuk layanan GoRide reguler yang paling sering kita gunakan tidak mengalami perubahan harga.

Kebijakan ini memang disengaja agar jumlah orderan tetap terjaga. Kalau tarifnya tetap terjangkau bagi konsumen, permintaan order tentunya akan tetap stabil.

Dengan volume order yang stabil dan potongan perusahaan yang lebih kecil, diharapkan pendapatan total mitra pengemudi bisa terus meningkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNBC, Detik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X