PejuangKantoran.com - Rabu, 8 Maret 2023, menandai Hari Perempuan Internasional yang ke-112. Bagaimana sejarah Hari Perempuan Internasional ini, sehingga seluruh dunia merayakannya saat ini?
Kaum perempuan di Italia membawa bunga-bunga mimosa, sedangkan mereka yang di Rusia membawa buket bunga tulip. Sementara itu, tagar EmbraceEquity, tema Hari Perempuan Internasional 2023 trending di mana-mana.
Kesetaraan gender masih menjadi fokus isu Hari Perempuan Internasional ini, namun dengan menekankan bahwa “kesempatan yang sama” saja tidak cukup.
Baca Juga: Hari Perempuan Internasional 2023 Soroti Dampak Kesenjangan Gender Digital pada Kesenjangan Ekonomi
“Orang-orang berangkat dari tempat yang berbeda, sehingga inklusi dan kepemilikan sejati membutuhkan tindakan yang adil,” tulis situs web International Women’s Day.
Sejarah Hari Perempuan Internasional
Hari Perempuan Internasional sebenarnya berakar pada politik sosialis radikal. Asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke gerakan buruh Eropa dan Amerika Utara yang muncul sekitar pergantian abad ke-20.
Susan B. Anthony adalah seorang aktivis politik dan pembela hak-hak perempuan. Setelah Perang Sipil, dia memperjuangkan Amandemen ke-14 yang ditujukan untuk memberikan kewarganegaraan bagi perempuan asli Amerika maupun yang dinaturalisasi, dengan harapan mereka mendapatkan hak pilih.
Meskipun Amandemen ke-14 telah diratifikasi pada tahun 1868, ternyata tetap tidak mengamankan suara kaum perempuan.
Pada tahun 1869, Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony mendirikan National Woman Suffrage Association (NWSA) untuk melanjutkan perjuangan hak-hak perempuan.
Baca Juga: Inggris Salah Satu Negara yang Paling Terbuka untuk Pekerja Asing dengan 1 Juta Lowongan Kerja
Pada awal 1900-an, perempuan mengalami ketidaksetaraan gaji, kurangnya hak pilih, dan jam kerja yang terlalu panjang.
Menanggapi semua ini, pada tahun 1908 sebanyak 15.000 pekerja tekstil wanita berunjukrasa di kawasan Lower East Side, New York City, untuk menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak suara.
Pada tanggal 28 Februari tahun 1909, Hari Perempuan Nasional pertama diperingati sesuai dengan deklarasi Partai Sosialis Amerika. Ini dirayakan pada hari Minggu terakhir bulan Februari hingga 1913.
Konferensi Wanita Internasional diselenggarakan pada Agustus 1910 di Kopenhagen, Denmark, dan dihadiri oleh Clara Zetkin, seorang anggota Partai Sosial Demokrat di Jerman. Ia mengusulkan Hari Perempuan secara khusus diselenggarakan setiap tahun.
Artikel Terkait
5 Minuman Selain Kopi Pencegah Ngantuk di Kantor dan Pasti Bikin Kamu Fokus Kerja Lagi
Memetik Pelajaran Hidup dan Kepemimpinan dari A Man Called Otto
Selalu Punya Positive Vibes, Ini Cara Sederhana Natasha Wilona Menjaga Kesehatan Mental
Mengenal Applicant Tracking System dan Gunanya bagi Tim Perekrut untuk Menyeleksi Lamaran Kerja
Begini Cara Kerja Applicant Tracking System untuk Pelamar Maupun Manajer Perekrutan
4 Cara Menulis CV yang Sesuai dengan Kebutuhan Applicant Tracking System
Syuting di Jakarta, Acha Septriasa Kirim Orangtua ke Australia untuk Membantu Mengasuh Putrinya