Clara Zetkin, dan Perannya dalam Sejarah Hari Perempuan Internasional

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 8 Maret 2023 | 11:40 WIB
Ilustrasi: Hari Perempuan Internasional diperingati untuk pertama kalinya di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss pada tanggal 19 Maret 1911. (Unsplash/Library of Congress)
Ilustrasi: Hari Perempuan Internasional diperingati untuk pertama kalinya di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss pada tanggal 19 Maret 1911. (Unsplash/Library of Congress)

PejuangKantoran.com - Rabu, 8 Maret 2023, menandai Hari Perempuan Internasional yang ke-112. Bagaimana sejarah Hari Perempuan Internasional ini, sehingga seluruh dunia merayakannya saat ini?

Kaum perempuan di Italia membawa bunga-bunga mimosa, sedangkan mereka yang di Rusia membawa buket bunga tulip. Sementara itu, tagar EmbraceEquity, tema Hari Perempuan Internasional 2023 trending di mana-mana.

Kesetaraan gender masih menjadi fokus isu Hari Perempuan Internasional ini, namun dengan menekankan bahwa “kesempatan yang sama” saja tidak cukup.

Baca Juga: Hari Perempuan Internasional 2023 Soroti Dampak Kesenjangan Gender Digital pada Kesenjangan Ekonomi

“Orang-orang berangkat dari tempat yang berbeda, sehingga inklusi dan kepemilikan sejati membutuhkan tindakan yang adil,” tulis situs web International Women’s Day.

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Hari Perempuan Internasional sebenarnya berakar pada politik sosialis radikal. Asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke gerakan buruh Eropa dan Amerika Utara yang muncul sekitar pergantian abad ke-20.

Susan B. Anthony adalah seorang aktivis politik dan pembela hak-hak perempuan. Setelah Perang Sipil, dia memperjuangkan Amandemen ke-14 yang ditujukan untuk memberikan kewarganegaraan bagi perempuan asli Amerika maupun yang dinaturalisasi, dengan harapan mereka mendapatkan hak pilih.

Meskipun Amandemen ke-14 telah diratifikasi pada tahun 1868, ternyata tetap tidak mengamankan suara kaum perempuan.

Pada tahun 1869, Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony mendirikan National Woman Suffrage Association (NWSA) untuk melanjutkan perjuangan hak-hak perempuan.

Baca Juga: Inggris Salah Satu Negara yang Paling Terbuka untuk Pekerja Asing dengan 1 Juta Lowongan Kerja

Pada awal 1900-an, perempuan mengalami ketidaksetaraan gaji, kurangnya hak pilih, dan jam kerja yang terlalu panjang.

Menanggapi semua ini, pada tahun 1908 sebanyak 15.000 pekerja tekstil wanita berunjukrasa di kawasan Lower East Side, New York City, untuk menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak suara.

Pada tanggal 28 Februari tahun 1909, Hari Perempuan Nasional pertama diperingati sesuai dengan deklarasi Partai Sosialis Amerika. Ini dirayakan pada hari Minggu terakhir bulan Februari hingga 1913.

Konferensi Wanita Internasional diselenggarakan pada Agustus 1910 di Kopenhagen, Denmark, dan dihadiri oleh Clara Zetkin, seorang anggota Partai Sosial Demokrat di Jerman. Ia mengusulkan Hari Perempuan secara khusus diselenggarakan setiap tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: nationaltoday.com, Independent.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X