PejuangKantoran.com - Pada Juni 2023 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, anggaran penanganan stunting seharusnya lebih banyak dialokasikan untuk pembelian telur, susu, ikan, daging, sayuran, dan lainnya. Sebab, bahan-bahan tersebut langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam kenyataannya, dari anggaran stunting sebesar Rp10 miliar, tidak semuanya dimanfaatkan untuk pembelian bahan makanan tersebut melainkan untuk rapat dan perjalanan dinas.
Baca Juga: Prabowo Sebut Anggaran Stunting yang Kurang Efisien: Rp8 Miliar untuk Perjalanan Dinas dan Rapat
“Kapan stuntingnya akan selesai kalau caranya seperti ini? Ini yang harus diubah semuanya. Kalau 10 miliar itu anggarannya, mestinya yang untuk lain-lainnya itu 2 miliar, yang 8 miliar itu ya untuk langsung telur, ikan, daging, sayur, berikan ke yang stunting,” ujar Presiden Jokowi, geram.
Anggaran stunting di Indonesia yang penggunaannya dinilai kurang efisien ini ikut disoroti oleh Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto, saat menghadiri acara “Trimegah Political and Economic Outlook 2024” di Jakarta, Rabu (31/1/2024).
"Bahkan sudah berkali-kali Pak Jokowi menemukan kasus yang paling besar. Kasus anggaran stunting beliau periksa satu-satu di daerah, anggaran stunting biayanya kalau nggak salah Rp10 miliar," kata Prabowo.
Ia lalu mengungkapkan bahwa dari total Rp10 miliar untuk anggaran stunting tersebut, sekitar Rp8 miliar di antaranya bukan digunakan untuk membeli makanan dan susu.
Baca Juga: Presiden Becak Listrik Indonesia Bantah Becak Listrik Prabowo Gibran Hanya Hoax
"Rp8 miliar dipakai perjalanan dinas, rapat kerja, simposium. Hanya Rp2 miliar dipakai untuk beli susu dan telor untuk anak-anak," kata Prabowo.
Oleh karena itu, dalam salah satu programnya bersama cawapres Gibran Rakabuming Raka, Prabowo mendorong lebih gencarnya program makan siang dan susu gratis bagi anak-anak Indonesia di sekolah agar pencegahan stunting lebih efisien.
"Jadi salah satu program yang saya canangkan, free lunch for all children in Indonesia. Jadi, free lunch kita sudah hitung. Free lunch ini ternyata langkah strategis," jelasnya.
Prabowo melanjutkan, program makan siang dan susu gratis sudah dilaksanakan di kurang lebih 76 negara di dunia, termasuk sejumlah negara yang pendapatan perkapitanya setengah dari Indonesia, seperti Kamboja, India, dan Malaysia.
Baca Juga: Survei Point Indonesia: Gerindra Geser Dominasi PDIP, Raih 22,3%
"India sudah melaksanakan kalau nggak salah lima tahun lebih. Kamboja dan Malaysia, mereka berani melaksanakan. Menurut saya, ini jawaban untuk stunting, terhadap investment for growth," jelas dia.
Menurut Prabowo, program makan siang dan susu gratis ini bukan hal yang sia-sia, karena juga termasuk dalam cakupan bantuan sosial dan juga pendidikan.