news

Sempat Diprotes Giant Sea Wall Di Jepang Ini Selamatkan Desa Kecil Dari Tsunami

Jumat, 6 September 2024 | 11:29 WIB
Ilustrasi giant sea wall. (AI Seart)

Pejuangkantoran.com  Tanggul laut raksasa (giant sea wall) adalah kunci selamatnya desa kecil Fudai, sebuah pedesaan di Iwate, Jepang, dari terjangan tsunami pada tahun 2011. Tanggul laut raksasa ini adalah salah satu bagian dari tanggul laut raksasa Tohoku di wilayah timur Jepang.

Menurut siaran pers Badan Kepolisian Nasional pada tahun 2021, tsunami tersebut menyebabkan kematian atau hilangnya 18.425 orang. Selain itu juga menimbulkan banyak kerusakan.

Tanggul laut dengan panjang hingga 400 km ini telah dibangun di sekitar 600 lokasi pada tiga wilayah tersebut menghabiskan biaya total sekitar 1,3 triliun Yen atau setara dengan 138,8 triliun rupiah.

Ketinggian tanggul laut raksasa ini adalah 15,5 meter. Sebagian masyarakat percaya bahwa tanggul dengan ketinggian yang memadai sangat penting untuk memungkinkan penduduk di daerah pesisir hidup dengan aman.

 

Sempat Dianggap Pemborosan

Perlu diketahui, bahwa proyek tanggul laut raksasa bernama Tohoku itu dikritik sebagai upaya pemborosan pada tahun 1970-an.

Program pencegahan dampak tsunami di Jepang ini dinilai sebagian masyarakat menggunakan struktur buatan yang tidak realistis.

Selain itu, pembangunannya dari perspektif biaya yang diperlukan dinilai terlalu besar, sehingga menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat Jepang.

Sementara, yang lain telah menyatakan kekhawatiran tentang berbagai masalah yang terkait dengan pembangunan tanggul, termasuk dampaknya terhadap industri lokal dan lanskap pesisir laut.

Namun, keberadaa tanggul laut raksasa tersebut terbukti melindungi wilayah timur di Jepang dari gelombang yang menghancurkan banyak kota lainnya pada bencana tsunami 201, kecuali Fudai.

Berkat keberadaan Giant Sea Wall Tohoku, di Fudai tidak ada rumah yang tersapu. Bahkan, rumah-rumah itu hampir tidak terkena air. Padahal posisinya tepat berada di pesisir laut wilayah Iwate, namun di balik giant sea wall.

"Butuh banyak biaya (untuk membangun tanggul laut). Namun, tanpa itu, Fudai pasti sudah punah," kata nelayan rumput laut bernama Satoshi Kaneko yang tinggal di Fudai.

"Bagaimanapun Anda melihatnya, efektivitas pintu air dan tanggul laut benar-benar mengesankan," kata Wali Kota Fudai, Hiroshi Fukawatari.

Halaman:

Tags

Terkini