Pejuangkantoran.com – Batik adalah komoditas budaya Indonesia yang punya pangsa pasar yang besar, baik dalam maupun luar negeri. Tak hanya sebagai tekstil dan produk tekstil, turunan produk batik sudah berkembang lebih variatif.
Pada Triwulan II tahun 2024, seperti yang diterbitkan oleh tirto.co.id, industri batik berkontribusi terhadap ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional dengan nilai mencapai US$8,33 juta atau Rp127 miliar (asumsi kurs Rp15.255 per dolar AS).
Oleh karena itu, batik tak hanya harus dilestarikan sebagai bagian dari budaya asli Indonesia, namun industrinya juga harus didukung sepenuhnya.
Salah satu orang yang sangat peduli dengan berkembangnya industri batik adalah Erna Suseno. Erna merasa bahwa seni batik harus tetap dijaga keberadaannya seiring dengan berubahnya generasi.
Batik dan Gen Z
Brand Ethnic Gendhis yang didirikan oleh Erna pada tahun 2018 adalah bentuk kepedualiannya terhadap industri batik agar tetap bisa digemari di kalangan generasi muda, terutama Gen Z. dengan Ethnic Gendhis, perempuan paruh baya asal Yogyakarta ini ingin menghadirkan produk artisan batik tulis sebagai pilihan mode generasi muda.
“Saya akhirnya menciptakan batik dengan motif-motif yang menarik bagi mereka (Gen Z), dengan desain yang eye-catching. Warna-warna yang digunakan menyisipkan motif tradisional, kemudian dipadukan dengan pola-pola kontemporer. Tujuannya agar anak-anak muda tertarik dan mau mengenakan batik," jelas Erna.
Tidak hanya menciptakan produk-produk yang menyasar konsumen milenial dan Gen Z, Erna juga menggandeng anak-anak muda sebagai pengrajin batik supaya bisa menciptakan motif dan desain yang sesuai dengan selera generasi muda.
Erna juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang ingin tetap bisa berkarya dan menambah pendapatan di tengah tanggung jawab mengurus anak dan keluarga.
Sebelum merintis usaha Ethnic Gendhis ini Erna bekerja sebagai pegawai. Namun, karena tidak bisa meninggalkan keluarga, akhirnya Erna memutuskan untuk pensiun dini dan mulai menekuni batik.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Kinerja, BRI Catat Laba Bersih Konsolidasi Sebesar Rp60,64 Triliun pada 2024
Dari awalnya berfokus pada produksi kain batik, Erna kemudian memperluas usahanya ke bidang dekorasi rumah, menciptakan berbagai produk seperti sarung bantal, hiasan dinding, hingga sajadah dengan motif batik.
Kepedulian erna tak hanya pada batinya saja namun juga pada proses pembuatan produk Ethnic Gendhis.
"Saya juga mengikuti konsep zero waste, meskipun belum sampai zero banget, tapi minimal sudah berusaha mengarah ke sana. Sisa-sisa kain dibuat jadi aksesoris yang lucu, kolaborasi dengan UMKM lain,” ujar Erna
Dalam hal pemasaran dan produk , pandemi memberinya pelajaran berharga. Erna tersadarkan bahwa pemasaran online sangat penting untuk perkembangan bisnis.