news

Proyek Strategis Danantara: Gaet Chandra Asri dan INA Bangun Pabrik Kimia Senilai Rp13 Triliun

Selasa, 17 Juni 2025 | 21:20 WIB
Danantara Indonesia baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Indonesia Investment Authority (INA).

PejuangKantoran.com - Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Indonesia Investment Authority (INA), Senin, 16 Juni 2025.

Penandatanganan ini dilakukan oleh lembaga investasi negara yang lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 itu untuk pengembangan pabrik kimia Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai Rp 13 triliun.

Pabrik CA-EDC ini nantinya akan dibangun dan dioperasikan oleh anak usaha Chandra Asri, yakni PT Chandra Asri Alkali (CAA).

Baca Juga: Produsen Madu Artisan Binaan BRI BeeMa Honey Makin Naik Kelas hingga Tembus Pasar Global

Pada tahap awal, pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 400.000 ton soda kaustik padat per tahun dan 500.000 ton ethylene dichloride.

Sekadar info, kedua bahan itu merupakan input vital bagi berbagai industri, dari pengolahan air, pembuatan sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga pemrosesan nikel.

Ekosistem industri bernilai tambah

Nota kesepahaman ini menjadi langkah konkret pertama untuk Danantara (Daya Anagata Nusantara) dalam menjalankan mandat barunya.  

Dalam proyek ini Danantara bertugas mengoptimalkan aset-aset strategis negara serta BUMN demi memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Musikal Keluarga Cemara Rilis Album 'Lagu-lagu Cemara', Gandeng JKT48 hingga Ruth Sahanaya

 

Karena itu, investasi ini dinilai sangat penting bagi kemandirian bangsa.

"Investasi ini memperkuat ketahanan nasional dengan mengurangi ketergantungan impor atas produk penting seperti soda kaustik dan ethylene dichloride," ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, pada Selasa 17 Juni 2025.

Ia juga menyatakan bahwa Danantara terbuka menyambut kemitraan yang memiliki visi untuk membangun ekosistem industri bernilai tambah di kawasan Asia.

Sementara itu, CEO INA, Ridha Wirakusumah, menekankan bahwa kolaborasi ini sebagai cerminan komitmen bersama dalam memperkuat fondasi industri nasional.

Halaman:

Tags

Terkini