PejuangKantoran.com - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, angkat bicara soal polemik laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2024.
Kritik ini mencuat setelah mantan penyanyi cilik Trio Kwek Kwek, Leony Vitria Hartanti, mengunggah komentar pedas di media sosial tentang besarnya anggaran yang dikeluarkan Pemkot Tangsel.
Benyamin menjelaskan bahwa dokumen LKPD sebenarnya sudah terbuka untuk umum sejak lama. Sejak 2019, semua laporan keuangan Pemkot Tangsel sudah diunggah di situs resmi pemerintah, sesuai aturan transparansi.
Baca Juga: Miss Universe Indonesia 2025 Sanly Liu Buktikan, Usia Bukan Halangan untuk Bermimpi
Untuk tahun 2024 saja, dokumen tersebut mencapai lebih dari 500 halaman.
Menurutnya, LKPD terdiri atas tujuh kelompok laporan, seperti laporan realisasi anggaran (LRA), laporan operasional, hingga neraca. Namun, laporan ini tidak memuat rincian setiap kegiatan karena detail teknis ada di dokumen terpisah.
“Kalau semua rincian dimasukkan, bisa dua sampai tiga kali lipat tebalnya,” kata Benyamin.
Tanggapan tentang anggaran
Salah satu poin yang ramai dikritik publik adalah anggaran makan dan minum sebesar Rp66 miliar. Angka ini dianggap terlalu besar dan hanya untuk kebutuhan internal Pemkot.
Menanggapi hal itu, Benyamin menegaskan dana tersebut tidak hanya untuk kantor pemerintah, tetapi tersebar di 37 perangkat daerah. Dana itu juga mencakup kebutuhan sekolah negeri, rumah sakit, puskesmas, hingga kegiatan kemasyarakatan.
Baca Juga: 8 Tips Jitu Hadapi Wawancara Kerja dengan AI, Yaitu Santai, Jujur, dan Tetap Jadi Diri Sendiri
“Dana ini untuk 6 TK negeri, 157 SD negeri, 24 SMP negeri, tiga RSUD, dan 35 puskesmas. Selain itu juga dipakai untuk kegiatan sosialisasi kesehatan, musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), sampai pelatihan masyarakat,” jelasnya.
Benyamin juga menekankan bahwa pelaksanaan konsumsi ini melibatkan UMKM lokal agar ekonomi warga sekitar ikut bergerak.
Selain itu, publik juga menyoroti anggaran cendera mata yang mencapai Rp20,48 miliar.
Menurut Benyamin, istilah cendera mata tidak selalu berarti hadiah atau suvenir. Anggaran ini digunakan untuk belanja penunjang kegiatan di 34 perangkat daerah.
Misalnya, jika ada pelatihan menjahit, maka bisa saja bentuk cenderamatanya berupa mesin jahit yang memang dibutuhkan peserta.