news

Gerakan Harmoni Nusantara Dorong Musisi Lokal Masuk ke Platform Digital secara Legal

Sabtu, 4 Oktober 2025 | 18:13 WIB
Diskusi panel bersama CEO Nuon Aris Sudewo, CEO PlayUp Pascal Lesmana, VP Digital Music Nuon Adib Hidayat, Anis Ilahi Wahdati dari Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, serta Pongki Barata, lahirkan gerakan Harmoni Nusantara. (Nuon/Playup)

PejuangKantoran.com - Isu soal royalti di dunia musik masih menjadi sorotan. Namun, bisnis seperti kafe, restoran, hotel, atau tempat komersial lain, sebenarnya malah bisa dapat banyak keuntungan kalau memutar musik secara legal.

Selain bikin suasana lebih hidup buat pengunjung, cara ini juga merupakan bentuk apresiasi langsung ke musisi sekaligus dukungan buat industri musik nasional.

Hal itulah yang menjadi tema diskusi musisi Pongki Barata, Anis Ilahi Wahdati dari Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas, CEO Playup Pascal Lasmana, CEO Nuon Aris Sudewo, dan VP Digital Music Nuon Digital Indonesia Adib Hidayat.

Baca Juga: Yang Mau Nonton HUT TNI ke-80 di Monas, Bisa Naik Transjakarta, MRT dan LRT dengan Tarif Rp80

Diskusi mereka dimulai dari implementasi UU Hak Cipta, sistem royalti yang adil, sampai gimana teknologi bisa bikin transparansi data lebih terjamin.

Dari dialog itu pula lahir gerakan bernama Harmoni Nusantara dengan tema “Yogyakarta untuk Indonesia dan Dunia”. Kampanye ini merupakan kolab bareng Nuon dan Playup lewat layanan Playup by Langit Musik.

Gerakan ini dibuat untuk mendukung musisi lokal supaya karya mereka nggak cuma berhenti di panggung-panggung daerah, tapi juga bisa masuk ke platform digital dengan cara yang legal dan jelas.

Lewat kolaborasi ini, Nuon memberi jalan supaya karya para musisi bisa sampai ke Digital Streaming Platform (DSP) dan Nada Sambung Pribadi (NSP). Jadi peluang mereka untuk dikenal lebih luas dan mendapat penghasilan makin terbuka.

Selain itu, Harmoni Nusantara juga jadi ruang edukasi dan apresiasi, supaya musisi bisa mendapat pengakuan sekaligus ikut memperkaya ekosistem musik nasional.

“Harmoni Nusantara adalah bukti bahwa musik bukan hanya hiburan, melainkan aset intelektual yang harus dijaga,” ujar Aris Sudewo, saat diskusi di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, Sabtu (20/9/2025) lalu.

Baca Juga: Curhat Marshanda soal Bangun Chemistry dengan Dimas Anggara saat Syuting 'Jaringan Terlarang'

“Nuon melalui Langit Musik berkomitmen membawa karya musisi lokal ke ranah digital agar bisa dinikmati masyarakat luas sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi penciptanya.”

Aspek legalitas pemanfaatan musik di ruang publik juga disinggung oleh Playup. Saat ini, masih banyak pelaku usaha yang bingung soal legalitas musik.

“Dengan Playup, kami ingin menjawab keresahan pelaku usaha terkait penggunaan musik. Layanan ini memastikan musik di ruang publik dapat digunakan secara legal dan transparan, bahkan membuka peluang pendapatan baru melalui audio ads,” jelas Pascal Lasmana.

Nah, Playup by Langit Musik hadir buat ngasih solusi praktis. Layanan ini bikin pelaku usaha tenang karena bisa memutar musik yang berlisensi dan terkurasi. Simpelnya, musik jalan lancar, bisnis pun tetap aman secara hukum, dan musisi juga dapat hak mereka dengan adil.

Halaman:

Tags

Terkini