Mengikuti budaya perusahaan
Tentu saja, aturan ini tidak berlaku di semua tempat. Di beberapa perusahaan, suasana santai bisa jadi mengalir dari atas ke bawah.
Paling baik sih, lihat cara atasan kamu berkomunikasi. Kalau CEO atau manajer kamu menggunakan huruf kapital, ikuti cara mereka. Jika mereka hobi menggunakan emoji, kamu bisa membalasnya dengan cara yang sama.
Namun, dalam situasi kritis seperti melamar kerja, penggunaan tata bahasa non formal bisa berakibat fatal. Email lamaran atau CV yang berantakan kemungkinan besar akan langsung diabaikan.
Baca Juga: Agility Quotient, ketika Karyawan yang Agile Lebih Cepat Beradaptasi dengan Perubahan
Dari POV rekruter, kalau pelamar tidak mau repot menekan tombol shift (untuk membuat huruf besar), bagaimana mereka akan bersikap saat menghadapi tanggung jawab pekerjaan yang sesungguhnya?
Untungnya, nggak semua lulusan muda yang melakukan hal ini. Di TikTok, banyak pengguna yang mulai mengajak teman sebayanya untuk mengaktifkan kembali fitur huruf besar otomatis di ponsel mereka. Itu sebagai simbol bahwa mereka sudah dewasa secara profesional.
Jadi, meski Sam Altman bisa sukses dengan kebiasaan mengetik dengan huruf lowercase, buat kamu yang baru merintis karier, menjaga etika berkomunikasi tetap penting untuk meraih kepercayaan di dunia kerja.