news

Harga Minyak Terus Naik, Muncul Wacana WFH dan Pengurangan Hari Kerja untuk Penghematan BBM

Selasa, 17 Maret 2026 | 13:56 WIB
Presiden Prabowo meminta para menteri mengkaji penerapan WFH dan pengurangan hari kerja untuk menghemat pemakaian BBM. (Youtube/Sekretariat Presiden)

PejuangKantoran.com - Indonesia ternyata masih mengimpor minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari (bph). Padahal, harga minyak global sudah menembus level di atas US$100 per barel.

Sementara, asumsi harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) dalam APBN 2026 berada di level US$70 per barel.

Melonjaknya harga minyak global imbas konflik di Timur Tengah membuat wacana penghematan BBM semakin menguat.

Baca Juga: Bukan Introvert, Bukan Ekstrovert: Mengenal “Otrovert”, Tipe Kepribadian yang Merasa Berbeda dari Keramaian

Oleh karena itu Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih untuk mengkaji langkah-langkah pembatasan pemakaian BBM jika terjadi krisis minyak.

Salah satunya adalah melalui penerapan kerja dari rumah atau WFH dan pengurangan hari kerja. Prabowo mengemukakan wacana tersebut usai menyampaikan perkembangan situasi di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Situasi tersebut dinilainya berpotensi memengaruhi harga bahan bakar di dunia, termasuk BBM, yang pada gilirannya akan berdampak pula pada harga pangan.

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM.

“Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” ujar Prabowo, saat sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Prabowo mengatakan bahwa saat ini pemerintah sudah mengamankan berbagai aspek fundamental, khususnya ketahanan pangan. Walau begitu, persiapan antisipatif masih diperlukan untuk mengantisipasi potensi tekanan di sektor energi.

Baca Juga: Doa Katolik Memohon Pekerjaan: Meminta Perantaraan Santo Yosef Saat Mencari Rezeki

Krisis energi

Yang perlu diingat, menurut Presiden, efisiensi BBM ini harus menjadi perhatian bersama. Sebelum langkah pengendalian dan antisipasi dalam menghadapi berbagai kemungkinan dilakukan, Indonesia tidak boleh lengah karena merasa aman-aman saja.

“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Artinya, kita harus melakukan penghematan BBM.

“Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun yang terjadi kita aman. Kita bersyukur kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini