"Dengan begini, kami berharap jumlah order dari konsumen akan tetap terjaga dan berkelanjutan, dan pendapatan total bagi mitra pengemudi juga bisa lebih baik," tambah Hans.
Meskipun perusahaan mengakui bahwa kebijakan ini akan berdampak pada penurunan pendapatan mereka dari layanan GoRide, GoTo menegaskan bahwa ini adalah investasi jangka panjang. Untuk menutupi penurunan tersebut, pihak GoTo akan mengoptimalkan lini bisnis lainnya.
Perlu diketahui, penyesuaian skema bagi hasil ini untuk sementara hanya berlaku bagi mitra pengemudi roda dua (ojek). Sedangkan layanan taksi online (GoCar) saat ini belum mengalami perubahan skema bagi hasil. Meski begitu, Gojek siap mengikuti arahan jika nantinya ada regulasi baru dari pemerintah.