news

Dilema Teknologi Olahraga. Kejar Ringan dan Nyaman, Lupakan Kekuatan. Insiden di Balik Sobeknya Jersey Puma Pemain Ceko

Jumat, 12 Juni 2026 | 17:30 WIB
Sobeknya jersey pemain Ceko Pavel Šulc, memberikan sudut pandang menarik mengenai durabilitaas jersey player issues. (Istimewa/Pejuang Kantoran)

PejuangKantoran.com – Ada kejadian menarik saat menit ke-26 pada pertandingan Ceko melawan Korea Selatan di Piala Dunia FIFA 2026 pagi tadi (12/06/2025). Terlibat dalam perebutan bola yang sengit pemain Ceko, Pavel Šulc, tertarik jerseynya oleh pemain Korea Selatan. Tarikan kuat ini langsung membuat jersey nomor 15 miliknya robek besar di bagian punggung dan samping. Kenapa ini bisa terjadi?

Ternyata ada penjelasannya, karakteristik Bahan Player Version: Produsen apparel modern seperti Puma mendesain jersey versi pertandingan (authentic/player issue) agar sangat ringan, ketat (fit body), dan memiliki sirkulasi udara yang maksimal. Kelemahannya, elastisitas bahan yang terlalu tipis ini terkadang membuatnya rentan robek jika ditarik dengan kekuatan ekstrem secara mendadak.

Baca Juga: Inovasi Teknologi Baru Pada Sepatu Bola di Piala Dunia 2026

Baca Juga: Hal Canggih Apa yang Akan Kita Temukan di Piala Dunia FIFA 2026?

Insiden Serupa dari Brand Lain

Ternyata kejadian ini bukan yang pertama kali untuk Puma. Bahkan selain Puma brand lain pun punya kegagalan yang sama seperti Puma.

Berikut beberapa kejadian yang bisa kami rangkum:

Tragedi "Jersey Sobek Massal" Puma (Euro 2016)

Bisa dibilang ini adalah insiden “paling mematikan” buat Puma. Pada pertandingan Swiss vs Prancis di Euro 2016 ada empat pemain Swiss yang jerseynya sobek karena terlibat perebutan bola yang agresif. Dua di antara 4 pemain itu adalah Granit Xhaka dan Admir Mehmedi.

Akibat kejadian memalukan itu Puma sampai melakukan investigasi khusus dan berujung permintaan maaf. Puma mengakui adanya cacat produksi pada satu batch benang (faulty batch of material) yang membuat serat kain menjadi sangat rapuh saat terkena tekanan.

Jersey "Bercucuran Keringat" Castore (2023)

Selain Puma, jersey Castore yang berasal dari Inggris juga punya kejadian tidak mengenakan. Castore pada tahun itu mensponsori Aston Villa dan Newcastle United (tim pria dan wanitanya). Jersey mereka tidak robek, tetapi memiliki cacat penyerapan keringat. Hanya dalam waktu 10 menit pertandingan, jersey langsung menyerap air secara berlebihan, berubah warna menjadi sangat gelap, berat, dan menempel ketat di tubuh pemain seperti basah kuyup.

Para pemain mengeluh performa mereka terganggu karena beban jersey yang berat. Castore akhirnya harus mendesain ulang dan mengganti pasokan kit baru di tengah musim.

Masalah Logo Copot Nike (Berbagai Musim)

Halaman:

Tags

Terkini