Pejuangkantoran.com - Media sosial lagi ramai membicarakan sebuah video yang menangkap momen mendebarkan di dalam kabin pesawat Batik Air.
Video yang pertama kali diunggah lewat akun Threads @donimincuk ini memperlihatkan sebuah power bank milik salah satu penumpang yang tiba-tiba mengeluarkan asap saat pesawat sedang mengudara.
Bukan cuma asap, kabarnya power bank tersebut bahkan sempat memercikkan api di tengah penerbangan Batik Air dengan nomor ID-6143, rute Makassar menuju Jakarta.
Dari keterangan yang tercantum dalam unggahan tersebut, power bank yang jadi biang keladi kejadian ini disebut milik seorang warga negara asing (WNA) asal China.
"Penerbangan Batik Air ID-6143 (Ujung Pandang–Jakarta) hampir celaka gegara kelakuan seorang WNA China yang duduk di kursi 21E mengabaikan peringatan dilarang menggunakan power bank," tulis akun @donimincuk dalam unggahannya, dikutip Kamis (30/7/2026).
"Kejadiannya kurang lebih 20-30 menit setelah lepas landas, power bank yang digunakan untuk charge HP tiba-tiba korsleting dan terbakar," lanjutnya.
Untungnya, situasi genting ini berhasil dikendalikan dengan sigap oleh kru kabin yang bertugas saat itu.
Baca Juga: Power Bank Mudah Meledak? Mitos Atau Fakta? Ini 5 Mitos yang Salah Tentang Power Bank
Aturan Power Bank Dalam Penerbangan
Dalam peraturan penerbangan, power bank memang harus dibawa ke dalam kabin dan tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi. Selain itu, batas kapasitas power bank yang diperbolehkan untuk dibawa dalam penerbangan umumnya di bawah 100 Wh (what-hour).
Satuan dalam penerbangan memang Wh bukan mAh. Dengan asumsi power bak berbaterai lithium-ion 3,7 V, maka 1 Wh ekual dengan 270 mAh. Jadi jika yang diperbolehkan di bawah 100 Wh, artinya ekual dengan power bank 27.000 mAh.
Untuk itu, biasanya petugas keamanan atau maskapai akan mengecek jika label kapasitasnya tidak terbaca.
Kemudian, power bank harus disimpan dalam wadah terpisah yang melindungi terminalnya dari korsleting. Penyimpanan juga harus terhindar kontak dengan benda keras seperti kunci, koin, atau benda logam lainnya.
Power bank yang sudah terlihat rusak, misal menggelembung, retak/pecah, sangat panas saat digunakan, dan sejenisnya sebaiknya tidak dibawa dalam penerbangan. Dan penggunaan selama penerbangan pun dibatasi, seperti dilarang digunakan untuk mengisi daya saat terbang, dilarang digunakan saat lepas landas atau mendarat
Artikel Terkait
Stop Cek Ponsel Tiap 5 Menit agar Kerja Tidak Keteteran! Coba 4 Cara Ini untuk Melakukannya
Hampir Setahun Tak Merilis Ponsel Android Lagi, Asus bakal Tinggalkan Lini Smartphone?
Mengapa Silent Call Adalah Panggilan Telepon yang Harus Diwaspadai?
Bagaimana Cara Pramugari Gantian Jaga dan Tidur di Penerbangan Internasional Jarak Jauh?
Asisten Pribadi yang Siaga 24/7, Cekatan, Pintar, dan Tak Pernah Mengeluh: AI-Native Smartphone