Berkaca Atas Kejadian Terbakarnya Powerbank Dalam Penerbangan Batik Air , Ini 4 Alasan Teknis Mengapa Alat Elektronik Bisa Terbakar di Dalam Pesawat

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Kamis, 30 Juli 2026 | 17:30 WIB
Insiden terbakarnya powerbank milik seorang penumpang dalam penerbangan Batik Air ID6143 rute Makassar–Jakarta pada 29 Juli 2026 menjadi pengingat serius mengenai risiko fatal perangkat penyimpan daya di dalam pesawat. (Threads @donimincuk)
Insiden terbakarnya powerbank milik seorang penumpang dalam penerbangan Batik Air ID6143 rute Makassar–Jakarta pada 29 Juli 2026 menjadi pengingat serius mengenai risiko fatal perangkat penyimpan daya di dalam pesawat. (Threads @donimincuk)

PejuangKantoran.com - Insiden terbakarnya powerbank milik seorang penumpang dalam penerbangan Batik Air ID6143 rute Makassar–Jakarta pada 29 Juli 2026 menjadi pengingat serius mengenai risiko fatal perangkat penyimpan daya di dalam pesawat. Kejadian itu terekam dalam sebuah video yang merekam suasana genting di dalam kabin Batik Air, dan diunggah pertama kali oleh akun Threads @donimincuk.

Baca Juga: 10 Kesalahan Berbahaya Dalam Memperlakukan Power Bank yang Tidak Kita Sadari

Baca Juga: Aturan Membawa Powerbank di Pesawat untuk Mencegah Risiko Kebakaran seperti Insiden Air Busan

“Penerbangan Batik Air ID-6143 (Ujung Pandang - Jakarta) hampir celaka gegara kelakuan seorang WNA China yang duduk di kursi 21E mengabaikan peringatan dilarang menggunakan power bank,” ungkap keterangan unggahan @donimincuk, dikutip pada Kamis, 30 Juli 2026.

Kesigapan kru pesawat Batik Air akhirnya bisa mencegah kejadian yang lebih parah.

Kabarnya powerbank tersebut tidak hanya berasap, tetapi sempat mengeluarkan percikan api, 20 menit setelah terbang. Menurut keterangan dalam unggahan, disebutkan bahwa power bank milik seorang warga negara asing (WNA) dari China. 

“Penerbangan Batik Air ID-6143 (Ujung Pandang - Jakarta) hampir celaka gegara kelakuan seorang WNA China yang duduk di kursi 21E mengabaikan peringatan dilarang menggunakan power bank,” ungkap keterangan unggahan @donimincuk, dikutip pada Kamis, 30 Juli 2026.

Usai unggahan viral yang kini sudah mendapat lebih dari 10 ribu likes itu juga telah mendapat respons dari pihak Batik Air. “Saat penerbangan berlangsung, salah satu power bank milik pelanggan mengeluarkan asap yang kemudian diikuti percikan api,” Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan resminya pada Kamis, 30 Juli 2026.

Lebih lanjut, Danang menyebut bahwa awak kabin sudah mendapat pelatihan kedaruratan untuk menjalankan prosedur keamanan. “Penanganan dilakukan secara cepat dan tepat menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di dalam pesawat sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang lebih lanjut,” imbuhnya.

Peristiwa yang dipicu oleh kecerobohan pengguna yang nekat mengisi daya ponsel saat terbang tersebut memaksa awak kabin bertindak cepat mengisolasi kepulan asap dan percikan api di udara.

Powerbank berbasis baterai lithium-ion menyimpan risiko termal yang tinggi saat berada di lingkungan penerbangan. Berikut adalah alasan ilmiah dan teknis mengapa powerbank bisa korslet hingga meledak di atas pesawat:

1. Pelanggaran Aturan Penggunaan (Mengisi Daya saat Terbang)

Faktor utama insiden Batik Air adalah pengabaian larangan penggunaan perangkat. Menghubungkan ponsel ke powerbank selama penerbangan menyebabkan aktivitas transfer energi konstan yang memicu peningkatan suhu baterai secara drastis (overheating). Hampir semua maskapai udara di dunia melarang keras keras pengisian daya ini demi mencegah lonjakan panas.

2. Perubahan Tekanan Udara Kabin

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X