7 Fenomena Langit yang Wajib Dilihat pada Agustus 2026, Ada Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Perbandingan gerhana matahari total dan gerhana bulan total tahun 2026. (HukamaNews.com / Canva)
Perbandingan gerhana matahari total dan gerhana bulan total tahun 2026. (HukamaNews.com / Canva)

PejuangKantoran.com - Bagi pencinta astronomi, Agustus 2026 menjadi salah satu bulan paling dinanti sepanjang tahun. Selain menjadi waktu terbaik untuk menyaksikan hujan meteor Perseid, bulan ini juga menghadirkan gerhana Matahari total, gerhana Bulan sebagian, hingga sejumlah pertemuan planet yang mempercantik langit malam.

Berikut deretan fenomena langit yang sayang untuk dilewatkan.

1. Hujan Meteor Perseid mencapai puncaknya pada 12–13 Agustus

Perseid merupakan salah satu hujan meteor paling populer di dunia. Tahun ini menjadi momen yang sangat spesial karena puncak hujan meteor bertepatan dengan fase bulan baru, sehingga langit akan lebih gelap dan meteor terlihat lebih jelas tanpa gangguan cahaya Bulan.

Dalam kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya, pengamat berpeluang melihat 50 hingga 100 meteor per jam. Perseid berasal dari sisa debu komet Swift-Tuttle yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. 

2. Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus

Beberapa jam sebelum puncak Perseid, dunia juga akan disuguhkan gerhana Matahari total. Fenomena ini dapat disaksikan secara penuh dari Greenland, Islandia, hingga Spanyol utara, sementara sebagian wilayah Amerika Utara dan Eropa akan melihat gerhana sebagian.

Bagi yang tidak berada di jalur totalitas, NASA juga menyediakan siaran langsung sehingga tetap bisa mengikuti fenomena tersebut. 

Baca Juga: BRI Salurkan Rp12,17 Triliun untuk Pembiayaan Perumahan, Dukung Program 3 Juta Rumah

3. Langit gelap menjadi bonus terbaik tahun ini

Salah satu alasan Agustus 2026 disebut sebagai tahun terbaik untuk mengamati Perseid adalah minimnya cahaya Bulan saat puncak hujan meteor.

Biasanya, cahaya Bulan membuat meteor yang lebih redup sulit terlihat. Namun tahun ini kondisi langit diperkirakan sangat ideal sehingga peluang menikmati "hujan bintang" menjadi jauh lebih besar. 

4. Venus tampil paling terang di langit sore

Pada pertengahan Agustus, Venus mencapai posisi greatest eastern elongation, yakni titik ketika planet tersebut tampak paling jauh dari Matahari jika dilihat dari Bumi.

Fenomena ini membuat Venus menjadi salah satu objek paling terang di langit setelah Matahari dan Bulan sehingga mudah diamati tanpa teleskop.

Baca Juga: Jutaan Buku Dihancurkan setelah Digunakan Perusahaan Melatih AI, Penulis Buku Gugat Rame-rame

5. Mars, Jupiter, dan Merkurius berjejer di langit

Agustus juga menjadi waktu menarik untuk mengamati beberapa planet sekaligus. Mars, Jupiter, Saturnus, Venus, dan Merkurius akan muncul dalam konfigurasi yang membuatnya relatif mudah ditemukan, terutama menjelang matahari terbit maupun setelah matahari terbenam.

6. Gerhana Bulan Sebagian menutup akhir bulan

Menjelang akhir Agustus, tepatnya pada 27–28 Agustus, langit kembali dihiasi gerhana Bulan sebagian. Sebagian besar permukaan Bulan akan memasuki bayangan Bumi sehingga tampak lebih gelap dibanding biasanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X