PejuangKantoran.com - Keputusan FIFA menangguhkan sanksi kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia FIFA 2026 telah memicu perdebatan mengenai objektivitas hukum sepak bola. Kasus ini menambah daftar panjang insiden di mana pemain-pemain yang dianggap "aset berharga" atau memiliki dukungan politik kuat mendapatkan pengampunan melalui celah regulasi.
Baca Juga: Evolusi Peraturan Permainan Sepak Bola. Kapan Kartu Kuning Kartu Merah Mulai Diterapkan?
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbandingan historis sanksi Balogun dengan deretan pemain bintang lainnya:
Jejak Pengampunan: Balogun, Ronaldo, dan Sejarah "Intervensi"
Kasus Balogun bukan pertama kalinya FIFA menggunakan hak prerogatifnya untuk meninjau kembali sanksi otomatis yang seharusnya berlaku mutlak.
Folarin Balogun (2026). Penangguhan sanksi Balogun terjadi setelah adanya lobi langsung dari Presiden AS Donald Trump kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. FIFA mengaktifkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA (FDC), yang memungkinkan badan yudisial menangguhkan pelaksanaan langkah tata tertib secara penuh atau sebagian dengan masa percobaan satu tahun. Argumen utama yang diajukan adalah kesalahan prosedur VAR yang menggunakan tayangan slow-motion untuk menilai intensi, bukan sekadar titik kontak.
Cristiano Ronaldo (2021-2022). Penggunaan Pasal 27 yang sama pernah menguntungkan Cristiano Ronaldo. Pada November 2021, FIFA menangguhkan dua dari tiga laga larangan bermain bagi Ronaldo setelah ia menerima kartu merah karena menyikut pemain Republik Irlandia, Dara O'Shea, dalam kualifikasi Piala Dunia. Keputusan ini memastikan Ronaldo tersedia untuk pertandingan-pertandingan krusial Portugal di awal putaran final Piala Dunia.
Garrincha (1962): Secara historis, tekanan politik pernah menyelamatkan legenda Brasil, Garrincha. Ia diusir keluar lapangan pada babak semifinal Piala Dunia 1962, namun berkat tekanan politik yang masif, ia diizinkan bermain di babak final melawan Ceko. Ini sering disebut sebagai salah satu preseden pertama "kekuatan luar" yang mengubah keputusan di lapangan.
Nicolás Otamendi & Moisés Caicedo (2026): Pada April 2026, kedua pemain ini juga mendapatkan penangguhan sanksi satu pertandingan akibat kartu merah di babak kualifikasi, sehingga mereka tetap bisa memperkuat tim nasional masing-masing pada laga pembuka Piala Dunia.
Mengapa Balogun "Istimewa"?
Selain faktor lobi politik, terdapat beberapa faktor teknis yang memperkuat argumen pembelaan Balogun.
Kesalahan VAR. Banyak ahli wasit, termasuk Andy Davies, menilai kontak Balogun dengan Tarik Muharemovic hanyalah kecelakaan murni dalam perebutan bola, bukan pelanggaran serius (Serious Foul Play).