news

TikTok Konfirmasi PHK Karyawan di Indonesia, Sebut Sedang Restrukturisasi Organisasi R&D

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:25 WIB
Ilustrasi: tiktok (Freepik)

PejuangKantoran.com - TikTok mengonfirmasi telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan di Indonesia sebagai bagian dari penyesuaian organisasi perusahaan. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan jumlah karyawan maupun divisi yang terdampak.

Juru bicara TikTok mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (research and development/R&D) agar mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar juru bicara TikTok dalam keterangan resminya.

Menurut perusahaan, keputusan tersebut bukan langkah yang mudah. TikTok menyatakan fokus memberikan dukungan kepada karyawan yang terdampak selama masa transisi.

Baca Juga: Kata Penelitian, Liburan Setiap Dua Bulan Lebih Efektif Cegah Burnout

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi. Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebut perusahaan induk TikTok, ByteDance, melakukan PHK terhadap sebagian besar karyawan Tokopedia di Indonesia, termasuk pada divisi Research & Development (R&D), Technology, Trust and Safety (T&S), serta Finance. Namun, TikTok tidak mengonfirmasi informasi mengenai jumlah maupun persentase karyawan yang terdampak.

TikTok resmi menjadi pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah mengakuisisi 75,01% saham perusahaan pada akhir 2023. Sementara itu, 24,99% saham lainnya masih dimiliki oleh GoTo Group.

Sejak bergabung, TikTok Shop dan Tokopedia mengembangkan strategi yang saling melengkapi. TikTok mengandalkan konten video pendek dan live shopping untuk mendorong penemuan produk serta pembelian impulsif, sementara Tokopedia tetap berfokus pada pengalaman e-commerce dengan ragam kategori produk yang luas dan basis pelanggan yang kuat.

Meski melakukan penyesuaian organisasi, TikTok menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam pengembangan Tokopedia dan mendukung pertumbuhan pelaku usaha lokal di Indonesia.

Tags

Terkini