PejuangKantoran.com - Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang dimulai dari 11 Juni 2026 sampai tanggal 19 Juli 2026, resmi menjadi turnamen paling menguntungkan sepanjang sejarah penyelenggaran turnamen 4 tahunan tersebut.
Piala Dunia FIFA 2026 dikabarkan mampu menyumbang mayoritas dari total pendapatan siklus empat tahunan FIFA (2023–2026) yang mencapai USD 13 miliar (sekitar Rp235 triliun). Lonjakan masif ini didorong oleh perubahan format kompetisi menjadi 48 tim dengan total 104 pertandingan, serta agresifnya monetisasi di pasar Amerika Utara.
Baca Juga: Final Piala Dunia FIFA 2026, Argentina vs Spanyol, Berikut Deretan Rekor dan Pencapaian Kedua Tim
Berikut adalah ulasan mengenai rincian pendapatan FIFA pada edisi 2026 serta perbandingannya dengan 5 Piala Dunia di era modern:
Rincian Sumber Pemasukan FIFA pada Piala Dunia 2026
Dari total pendapatan satu siklus, khusus untuk tahun pelaksanaan Piala Dunia 2026 saja, FIFA membukukan pendapatan sekitar USD 8,9 miliar (Rp161,6 triliun). Angka fantastis ini bersumber dari beberapa pilar komersial utama:
- Hak Siar Televisi & Penyiaran (USD 3,9 Miliar/44%). Menjadi penyumbang terbesar. Penambahan jumlah pertandingan secara otomatis meningkatkan slot iklan dan nilai kontrak penyiaran global secara signifikan.
- Tiket dan Layanan Hospitality (USD 3,1 Miliar/34%). Mengalami lonjakan hampir tiga kali lipat dibanding edisi sebelumnya. Hal ini dipicu oleh kapasitas stadion Amerika Serikat yang masif serta penerapan dynamic pricing (harga tiket fleksibel berbasis permintaan). FIFA juga menarik biaya komisi 15% dari pasar resale tiket resmi.
- Hak Pemasaran & Sponsor (USD 1,8 Miliar / 20%). Didukung oleh sponsor utama seperti Adidas dan Coca-Cola, serta sponsor regional baru asal Amerika Serikat (seperti Bank of America dan McDonald's) yang berani membayar hingga USD 100 juta per mitra.
- Lisensi & Merchandise. Penjualan produk resmi, gim video, dan hak merek bermerek FIFA melengkapi sisa pendapatan turnamen.
Detil Pemasukan FIFA pada 5 Piala Dunia Era Modern
Dalam dua dekade terakhir, digitalisasi global dan ekspansi komersial telah mengubah Piala Dunia menjadi mesin pencetak uang yang terus memecahkan rekor. Pendapatan ini dihitung berdasarkan siklus finansial 4 tahunan yang ditutup pada tahun turnamen tersebut berlangsung:
Ke Mana Aliran Dana Tersebut?