PejuangKantoran.com - Sebelum sholat Idul Adha benarkah tidak boleh makan terlebih dulu? Bagaimana hukum makan sebelum shalat idul adha?
Apakah ini hanya berlaku untuk orang tertentu atau semua muslim?Bagaimana hukum makan sebelum shalat idul adha? Hal ini membuat sebagian orang bertanya-tanya karena selama ini yang beredar di kalangan masyarakat adalah anjuran tidak makan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha berlaku bagi orang yang hendak melaksanakan shalat Idul Adha, baik ia mau berkurban atau tidak.
Karena itu, pertanyaannya adalah apakah benar anjuran tidak makan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha ini hanya berlaku bagi orang yang hendak berkurban saja?
Baca Juga: 32 Ucapan Idul Adha yang Menyentuh Hati untuk Dibagikan Kepada Keluarga, Teman
Menurut pandangan mayoritas ulama, termasuk dalam Mazhab Syafi'i, dianjurkan untuk tidak makan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. Hal ini didasarkan pada riwayat hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah Muhammad dan para sahabatnya tidak makan sebelum shalat Idul Adha.
Mengenai masalah ini, memang ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Menurut ulama Syafiiyah, seseorang dianjurkan tidak makan atau imsak sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, baik ia mau berkurban atau tidak. Anjuran tidak makan ini tidak berkaitan dengan kurban, melainkan berkaitan dengan pelaksanaan shalat Idul Adha.
Menurut ulama Syafiiyah, selama seseorang hendak melaksanakan shalat Idul Adha, baik dia mau berkurban atau tidak, maka dia terkena anjurna ini. Ia dianjurkan untuk tidak makan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, baik dia mau berkurban atau tidak.
Dalam konteks ini, makan di sini merujuk pada makanan yang dimaksudkan sebagai sarapan atau makan pagi sebelum shalat. Alasan di balik anjuran ini adalah agar kita dapat mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabat yang menekankan pentingnya kekhusyukan dan penghormatan dalam pelaksanaan shalat Idul Adha.
Baca Juga: 10 Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Salat Idul Adha yang Sebaiknya Kamu Lakukan
Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa jika seseorang memiliki kebutuhan khusus, seperti kondisi kesehatan yang membutuhkan asupan makanan sebelum shalat, maka diperbolehkan untuk makan secukupnya dengan syarat tetap memperhatikan waktu shalat yang ditentukan.
Adapun setelah melaksanakan shalat Idul Adha, umat Muslim diperbolehkan untuk makan daging hasil qurban sebagai bagian dari perayaan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Penting untuk dicatat bahwa pandangan dan praktik makan sebelum shalat Idul Adha dapat bervariasi dalam beberapa madzhab Islam. Oleh karena itu, jika Anda ingin memastikan pandangan yang berlaku dalam mazhab atau tradisi yang Anda ikuti, disarankan untuk berkonsultasi dengan seorang ulama atau cendekiawan agama yang terpercaya.
Sementara menurut ulama Hanafiyah dan Hanabilah, anjuran tidak makan atau imsak di hari Idul Adha berkaitan dengan kurban, bukan pelaksanaan shalat Idul Adha. Oleh karena itu, jika seseorang tidak akan berkurban, maka ia tidak terkena anjuran ini meskipun ia hendak melaksanakan shalat Idul Adha. Sebaliknya, jika seseorang hendak ia berkurban, maka dianjurkan untuk tidak makan terlebih dulu sebelum melaksanakan shalat Idul Adha.
Demikianlah hukum makan sebelum shalat idul adha?