news

Beda ‘Laid Off’ dan ‘Dipecat’, dan Apa Dampaknya buat Kamu Selanjutnya

Sabtu, 19 November 2022 | 11:23 WIB
Ilustrasi: Layoff atau dipecat akan berdampak pada pencarian pekerjaan selanjutnya. (Pexels/Antoni Shkraba)

PejuangKantoran.com - Kata layoff sedang sering kita dengar belakangan ini, setelah Twitter, Meta, juga berbagai startup di tanah air ramai diberitakan me-layoff karyawannya. Entah itu di-laid off, diberhentikan, dipecat, dirumahkan, PHK massal, atau apapun istilah yang digunakan, intinya sama: kamu kehilangan pekerjaan. Kamu hanya perlu tahu perbedaan antara layoff dan pemecatan, dua istilah utamanya.

Efek dari kedua istilah itu mungkin sama karena kamu jadi menganggur. Namun, perbedaan antara layoff dan dipecat bisa sangat berdampak pada keuangan dan pencarian pekerjaanmu berikutnya. Kalau kamu masih kesulitan memproses peristiwa yang kadang bisa traumatis ini, yang perlu kamu pahami dulu adalah: kamu di-laid off (diberhentikan) atau dipecat?

Baca Juga: Tulis Skill Bahasa Inggris dalam CV, Penting Nggak Sih? 

Ada perbedaan mendasar antara layoff dan dipecat. Layoff artinya pemberhentian karyawan dalam jangka waktu tertentu atau selamanya, yang bukan disebabkan oleh kinerja karyawan. Istilah lainnya, dirumahkan.

Layoff biasanya berarti tidak ada lagi kebutuhan untuk posisi seperti yang ada saat ini,” jelas Adam R. Calli, kepala konsultan SDM di Arc Human Capital.

Alasan umum mengapa perusahaan me-layoff satu atau beberapa karyawan meliputi:
• Perampingan.
• Reorganisasi.
• Merger atau akuisisi.
• Hilangnya hibah atau kontrak di mana karyawan tersebut awalnya dipekerjakan.
• Mengubah kebutuhan bisnis.

Baca Juga: Suka Ngomong Campur Inggris, Ternyata Skill Bahasa Inggris Orang Indonesia Rendah, Posisi 81 dari 111 Negara

Dipecat, di sisi lain, adalah akibat kinerja yang buruk, pelanggaran kebijakan perusahaan, atau tindakan lain yang tidak sejalan dengan keinginan perusahaan. Karyawan dianggap “tidak perform”. Dipecat juga bisa karena kesalahan seperti tindak korupsi, pelecehan, atau kamu kategori karyawan yang datang dan pergi semaunya (tentunya tidak bekerja maksimal). Dalam konteks ini kamu bisa dipecat karena alasan apa pun atau tanpa alasan sama sekali.

“Keberadaan pekerjaan secara berkelanjutan sih tetap diperlukan dan memang bernilai bagi organisasi. Tetapi kinerja individu yang saat ini bekerja tidak memenuhi kebutuhan perusahaan,” jelas Calli tentang situasi paska pemecatan.

Kamu juga bisa membedakan apakah kamu diberhentikan atau dipecat berdasarkan percakapan dengan perwakilan SDM. Misalnya, kalau diberhentikan atau dirumahkan, kamu mungkin diberi tahu akan ada pengurangan tenaga kerja, atau posisi kamu dihilangkan, diubah, atau tidak diperlukan lagi (akibat dari merger atau akuisisi, misalnya).

Baca Juga: Metode TikTok Ini Bisa Meningkatkan Produktivitas dan Mental Health Kamu

Jika kamu dipecat, biasanya itu didasarkan pada ketidakmampuanmu melakukan pekerjaan atau karena perilakumu dianggap tidak pantas. Dalam situasi ini, kamu mungkin sudah menerima peringatan atau SP (surat peringatan) ketiga kalinya, sehingga pemecatan seharusnya tidak terlalu mengejutkan lagi.

Sudah jelas kan, beda antara layoff dan pemecatan?

Tags

Terkini