PejuangKantoran.com - Spotify mengumumkan akan memberhentikan 6 persen karyawannya secara global, demikian memo CEO Spotify, Daniel Ek, kepada semua staf, Senin (23/1/2023).
Spotify memiliki lebih dari 9.800 karyawan tetap, sehingga PHK ini memengaruhi hampir 600 stafnya. Dawn Ostroff, Head of Content and Ads yang berperan penting dalam mengembangkan bisnis podcasting Spotify, juga keluar dari perusahaan.
Platform streaming musik yang berkantor pusat di Stockholm, Swedia, ini menghadapi tantangan pengeluaran iklan yang lamban yang diharapkan karena media mengalami kejatuhan dari resesi ekonomi.
Baca Juga: Musikal Ken Dedes Akan Tampil Maret 2023. Yang Kangen Pertunjukan EKI Dance Company Kumpul Sini!
Pada kuartal ketiga tahun lalu, Spotify melaporkan pendapatan operasional yang didukung iklan 19% lebih tinggi dibandingkan tahun 2021. Basis pelanggan berbayarnya naik 13%, mencapai 195 juta. Namun harga saham turun setelahnya, mengacu pada kekhawatiran industri yang lebih luas.
Ek mengumumkan bahwa PHK massal ini sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan mempercepat pengambilan keputusan.
“Sebagai bagian dari upaya ini, dan untuk menyesuaikan biaya kami, kami telah membuat keputusan yang sulit, namun perlu, untuk mengurangi jumlah karyawan kami,” tulisnya.
Ek sebelumnya telah mengakui pertumbuhan biaya operasional untuk keuangan tahun 2022 melampaui pendapatan dua kali lipat, situasi yang dia yakini "tidak dapat dipertahankan".
Ia mengemukakan kebutuhan Spotify untuk menjadi lebih efisien, sambil memuji kontribusi Ostroff kepada perusahaan. Di antara pencapaiannya, Ostroff dipuji karena sangat memperluas katalog podcast Spotify.
Baca Juga: Peserta yang Terlibat Kasus Perjokian Rekrutmen Bersama BUMN Auto Gugur dan Di-blacklist!
"Karena usahanya, Spotify meningkatkan konten podcast kami hingga 40x lipat, mendorong inovasi yang signifikan di media dan menjadi layanan musik dan podcast terkemuka di banyak pasar," tulis Ek.
“Investasi dalam audio ini menawarkan peluang baru bagi pembuat musik dan podcast, serta mendorong minat baru pada potensi iklan audio Spotify.”
Seperti para pemimpin lain, Ek berharap untuk bertahan dari situasi pandemi dan percaya pada bisnis mereka yang luas secara global, dan risiko yang lebih rendah dari dampak pelambatan iklan akan melindungi mereka.
“Kalau dipikir-pikir, saya terlalu ambisius dalam berinvestasi sebelum pertumbuhan pendapatan kami,” kata sang CEO, sambil melanjutkan, “Saya bertanggung jawab penuh atas langkah yang membawa kita ke sini hari ini.”
Karyawan yang terkena dampak akan diberi tahu dalam beberapa jam ke depan, dan akan menerima pesangon rata-rata lima bulan. Selama proses itu berjalan, perusahaan akan terus menanggung biaya perawatan kesehatan mereka.
Artikel Terkait
Tantangan Angga Asyafriena Di Adagium Bukan Cuma Training Militer dengan Kostum Tentara yang Berat
Ide Bekal ke Kantor: Tahu Cabai Lada Garam. Resep Akhir Bulan yang Menggugah Selera
Libur Telah Usai, Besok Kerja Lagi! Ini 5 Cara Agar Semangat Back To Work
Lowongan CPNS Bapenda DKI Jakarta: Cek Persyaratan dan Cara Daftarnya
Walaupun Hampir "11/12" dengan Alenda, Jihane Almira Merasa Kesulitan Berakting di Film Adagium
6 Alasan Januari Menjadi Bulan Terbaik untuk Mencari Pekerjaan Baru. Yuk, Jangan Tunda Lagi!