Rupiah Menguat Berikut Ini Peluang-Peluang Yang Harus Kamu Sikat

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 25 September 2024 | 17:36 WIB
Ilustrasi tentang meraih peluang saat Rupiah menguat. (AI Seart)
Ilustrasi tentang meraih peluang saat Rupiah menguat. (AI Seart)

Pejuangkantoran.com Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berpotensi ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (25/9/2024). Rupiah ditutup di angka Rp15.095 per Dolar Amerika pada perdagangan hari ini, Rabu (25/9/2024).

Angka ini melesat 0,56% dari penutupan sebelumnya. Rupiah berhasil menyentuh posisi terkuatnya sejak 31 Juli 2023. Ini tentu saja kabar baik.

Banyak faktor yang menyebabkan Rupiah cenderung menguat dalam dua hari ini. Tak hanya faktor internal tapi juga eksternal.

Faktor-faktor tersebut adalah, pertama mekanisme pasar yang membaik.

Baca Juga: Rupiah Menguat Di Kamis 19 September 2024 Ini Karena Apa?

Peningkatan regulasi, transparansi, dan efisiensi dalam sistem keuangan memiliki potensi untuk meningkatkan kepercayaan investor asing, sehingga akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan membantu memperkuat nilai Rupiah.

Kedua, Inflasi yang terkendali. Kebijakan moneter dan sinergi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia bisa mendorong inflasi yang terkendali.

Ketiga, pelaku pasar percaya diri. Meningkatnya kepercayaan diri pelaku pasar (domestic maupun internasional), bisa memicu peningkatan daya jual-beli.

Keempat, di Tengah ketidak pastina ekonomi global, Indonesia mampu mempertahankan tingkat inflasi yang rendah dan menjaga stabilitas pasar obligasi.

Kelima, respon terhadap pandemi. Pemerintah berhaisl dalam menjaga stabilitas ekonomi selama pandemi dan paska pandemi melalui stimulus dan kebijakan fiscal.

 

Yang Terjadi Jika Rupiah Menguat

Ketika Rupiah menguat, tentu saja dampak positif terjadi pada berbagai hal. Pertama, berkurangnya utang luar negeri. Dengan nilai tukar yang lebih ringan, maka beban utang luar negeri kita menjadi berkurang.

Kedua, harga barang impor menjadi lebih murah. Bagi industri yang masih mengandalkan bahan baku impor, maka biaya produksi dan operasional bisa berkurang. Ini akan menguntungkan industri dalam negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X