5 Tips Keuangan Buat Anak Muda: Mulai Nabung dan Awas Latte Factor!

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 18 November 2024 | 21:22 WIB
Ilustrasi BRI tengah membagikan sejumlah strategi pengelolaan keuangan dan investasi kepada generasi muda (Sumber: Promedia Teknologi Indonesia)
Ilustrasi BRI tengah membagikan sejumlah strategi pengelolaan keuangan dan investasi kepada generasi muda (Sumber: Promedia Teknologi Indonesia)

PejuangKantoran.com - Di tengah tren hidup kekinian, tantangan keuangan anak muda makin kompleks. Dari godaan kopi kekinian hingga pinjaman online (pinjol), semuanya bisa bikin dompet jebol kalau nggak hati-hati. Tapi jangan khawatir, dengan strategi yang pas, kamu bisa tetap menikmati gaya hidup tanpa melupakan masa depan finansialmu.

Simak lima tips seru ini untuk mulai perencanaan keuangan dengan gaya yang pas buat anak muda.

Baca Juga: Wamildan Tsani Panjaitan: Pilot Berpengalaman dan Dirut Lion Air yang Kini Memimpin Garuda Indonesia

1. Pahami Perbedaan "Needs" vs. "Wants"
Kunci pengelolaan keuangan ada di sini: bedain mana kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).

Needs: hal-hal wajib buat hidup, seperti makan, tempat tinggal, atau transportasi.
Wants: barang atau layanan yang menyenangkan tapi nggak esensial, seperti gadget baru, baju branded, atau nongkrong tiap hari.

Ingat, kebutuhan itu prioritas. Kalau ada uang lebih, baru deh pikirkan soal keinginan.

2. Hati-Hati Latte Factor

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan saat ini banyak anak muda yang terjebak dalam tren Latte Factor. “Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengeluaran kecil yang terlihat sepele seperti kopi, langganan streaming, atau makanan kekinian.  Meski terlihat sepele, jika dijumlahkan nilainya bisa bikin dompet jebol,” ungkapnya.

Pengeluaran kecil seperti kopi kekinian, subscription streaming, atau makanan viral ternyata bisa membengkak kalau dijumlahin? Ini yang disebut Latte Factor.

Tipsnya gampang: catat pengeluaran kecil harianmu selama seminggu, dan lihat berapa banyak yang sebenarnya bisa kamu hemat. Uangnya? Bisa kamu tabung atau investasikan!

3. Waspadai Pinjaman Online (Pinjol)
Pinjol emang kelihatan praktis, tapi bahayanya besar. Menurut data OJK, banyak anak muda terjebak pinjol karena syaratnya mudah dan persetujuannya instan. Tapi bunga tinggi dan denda bisa bikin kamu terlilit utang.

“Saat ini cukup banyak generasi muda yang terjerat pinjol. Berdasarkan data OJK karyawan dan pelajar merupakan profesi yang banyak terjerat pinjol (12%), di mana didominasi oleh generasi muda,” jelas Handayani.

Baca Juga: PNS Boleh Ajukan Cuti dengan Alasan Penting dan Tetap Digaji, Asalkan Memenuhi Kondisi Ini

Solusi? Kalau lagi kepepet, pilih layanan pinjaman dari institusi tepercaya dengan bunga yang jelas, seperti pinjaman digital dari bank besar. Dan jangan lupa, pinjam cuma untuk kebutuhan darurat, bukan buat gaya-gayaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X