Pejuangkantoran.com – Menerima gaji pertama kali? Senang bukan bukan kepalang, kan? Rasanya ingin beli ini-itu yang dulu hanya bisa windows shopping di marketplace. Makan ini-itu yang sebelumnya hanya bisa ikut “ngiler” pas nonton food blogger di media sosial.
Tidak apa-apa, semua kegembiraan itu adalah wajar dan sudah selayaknya pencapaian baru kamu dengan mendapatkan gaji pertama ini dirayakan.
Eits, tapi supaya perayaan gaji baru ini tidak kebablasan, ada baiknya kamu mulai menerapkan financial management atau pengelolaan keuangan dari gaji kamu. Karena pengelolaan gaji ini tak hanya agar kehidupan keuanganmu lancar tanpa kendala, namun juga untuk jangka panjang hingga kelak masa pensiunmu.
Formula 45-25-20-10
Pada dasarnya, pengeluaranmu itu untuk kebutuhan pokok (makan, transport, tempat tinggal/kos/sewa rumah), tabungan, cicilan (bila ada), dan dana darurat.
Ini adalah rumus alokasi gaji kamu setiap bulan berdasarkan persentase dari gajimu. Sebenarnya persentase ini sangat dinamis berdasarkan kebutuhan. Namun, empat pengeluaran tersebut di atas harus ada semua.
Adapun rincian persentase tabungan dari gaji yang paling umum digunakan dalam alokasi gaji bulanan adalah:
- 45% untuk kebutuhan pokok.
- 25% untuk tabungan.
- 20% untuk pembayaran cicilan/utang.
- 10% untuk dana darurat.
Kunci dari keberhasilan alokasi gaji ini adalah disiplin. Disiplin dalam hal ini adalah disiplin untuk segera menyisihkan hal-hal yang memang harus segera dibayarkan, misal hutang/cicilan.
Baca Juga: Agar Masa Depan Lebih Mapan meski Gaji Pas-pasan, Lakukan Perencanaan Keuangan Ini Sejak Umur 20-an
Yang pertama disisihkan
Jadi, langkah pertama ketika kamu gajian adalah menyisihkan untuk membayar hutang atau cicilan sebelum kamu membelanjakan uangmu. Ini karena hutang/cicilan adalah pengeluaran tetap dan pasti (hingga cicilan/hutangmu lunas) yang tidak bisa dikurangi.
Ciclan ini bisa saja berupa cicilan rumah atau kendaraan atau yang lainnya. Jika kamu mau mengajukan leasing, maka sebaiknya cicilan yang kamu bayar berkisar di angka 20%.
Setelah itu, sisihkan langsung untuk tabungan dan dana darurat. Tabungan biasanya untuk jangka panjang. Bisa saja kamu punya rencana untuk membeli kendaraan atau rumah atau hal lain yang ingin kamu beli atau lakukan.
Artikel Terkait
Tabungan dan Investasi, Berapa Besarannya dari Gaji?
Prioritas Pengeluaran Milenial dan Gen Z Sekarang Bukan Lagi untuk Healing atau Belanja Barang Branded
6 Mitos Dalam Investasi yang Tidak Perlu Kamu Ambil Hati. Temukan Kebenarannya di Sini!
6 Hal yang Bisa Membuat Kalangan Menengah Boros, Pengeluaran yang Tak Perlu dan Harus Dikendalikan
Yang Harus Dilakukan dan Dihindari Saat Negosiasi Gaji Serta Contoh Jawaban Yang Benar Dalam Negosiasi
Meski Suka Mengambil Risiko, untuk Investasi Gen Z Ternyata Lebih Suka Main “Aman”
Minta Kenaikan Gaji Adalah Hak Karyawan. Berikut Ini Waktu yang Tepat Untuk Mengajukannya!
Sri Mulyani Pastikan Gaji ke-13 dan 14 Tetap Cair, Ini Perkiraan Jadwal Waktu Pencairannya