Alasan CEO Indodax Oscar Darmawan Lebih Pilih Bitcoin untuk Keamanan Jangka Panjang

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 21:35 WIB
Ilustrasi: Mengapa CEO Indodax Oscar Darmawan Oscar memilih Bitcoin sebagai investasi yang dinilai memiliki keamanan jangka panjang? (Freepik)
Ilustrasi: Mengapa CEO Indodax Oscar Darmawan Oscar memilih Bitcoin sebagai investasi yang dinilai memiliki keamanan jangka panjang? (Freepik)

PejuangKantoran.com – Logam mulia sudah lama menjadi simbol kestabilan yang tak tergoyahkan, bahkan saat pasar global bergejolak. Memasuki era digital, paradigma itu mulai bergeser.

Bitcoin muncul sebagai alternatif “emas digital”, sehingga memicu perdebatan di kalangan investor: manakah yang lebih unggul sebagai penyelamat kekayaan?

Menurut pengusaha sekaligus CEO Indodax, platform jual beli aset kripto, Oscar Darmawan, baik emas maupun Bitcoin sama-sama menawarkan ketahanan nilai di tengah gejolak pasar.

Baca Juga: Emas vs Bitcoin: Pertarungan Safe Haven di Era Digital

Keduanya dianggap sebagai safe haven bagi sebagian investor, terutama saat kondisi ekonomi global cenderung tidak stabil.

Perbedaan antara emas dan Bitcoin terletak pada bentuk dan ekosistemnya: emas bersifat fisik dan berabad-abad menjadi tolok ukur kekayaan. Sementara, Bitcoin adalah aset digital yang lahir dari teknologi blockchain dan volatilitasnya masih tinggi.

Namun, Oscar mengaku memilih Bitcoin sebagai investasi yang dinilai memiliki keamanan jangka panjang. Ia mengungkap cara sederhana dalam meraup untung dalam dunia investasi Bitcoin.

"Saya lebih prefer strategi untuk membeli Bitcoin," ujar Oscar, seperti dikutip podcast "Success Before 30" yang tayang di YouTube pada 4 Agustus 2025.

Menurut pria kelahiran Semarang, 39 tahun lalu itu, Bitcoin dianggap sebagai salah satu koin yang punya kekuatan keamanan yang tergolong bagus.

"Bukan secara feature paling bagus, kalau secara feature, Bitcoin terbilang jelek. Tapi kalau secara security, pengamanan jangka panjang, Bitcoin bagus," imbuhnya.

Baca Juga: Investasi Emas Online: Cara Modern Menabung dan Berinvestasi di Era Digital

Di sisi lain, Oscar menyebut tantangan dalam investasi Bitcoin terletak pada bagian quantum. Ia menjelaskan, quantum proof dalam dunia teknologi IT atau komputer sains.

"Kita mencari tahu, apakah quantum proof atau enggak nih nantinya? Dalam dunia IT dalam waktu 10 tahun, mungkin akan tercipta komputer quantum," tutur Oscar.

"Komputer yang supercepat (adalah) yang bisa membongkar semua enkripsi yang ada," lanjutnya.

Oleh sebab itu, lanjut Oscar, para pelaku IT masa kini mulai mengembangkan algoritma quantum proof.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X