Kenapa ETF Emas Bisa Menarik Buat Gen Z?
Ada beberapa alasan mengapa instrumen ini layak diperhatikan anak muda.
- Tidak Perlu Memikirkan Penyimpanan Emas Fisik. Salah satu kerepotan ketika memiliki emas fisik adalah penyimpanan. Semakin besar nilai emas yang dimiliki, semakin besar pula kebutuhan untuk memikirkan keamanannya. ETF Emas mengubah persoalan tersebut karena investor tidak menyimpan emas secara fisik di rumah. Bagi Gen Z yang lebih terbiasa mengelola berbagai aktivitas melalui aplikasi dan platform digital, model investasi seperti ini bisa terasa lebih praktis.
- Transaksinya Mengikuti Mekanisme Bursa. ETF diperdagangkan di bursa sehingga investor dapat melakukan transaksi melalui perusahaan sekuritas. Ini berbeda dengan membeli emas fisik yang biasanya melibatkan mekanisme jual-beli di tempat atau platform yang menyediakan emas. Kehadiran ETF Emas juga memperluas cara masyarakat memperoleh eksposur terhadap emas melalui pasar modal. BEI menyebut produk ini sebagai salah satu alternatif instrumen investasi baru di pasar domestik.
- Bisa Menjadi Bagian dari Diversifikasi. Bagi investor yang sudah memiliki saham atau reksa dana, emas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu aset pelengkap dalam portofolio. Logikanya sederhana: “Jangan menaruh seluruh uang investasi pada satu jenis aset.” Namun, diversifikasi bukan berarti membeli semua instrumen yang sedang populer. Yang lebih penting adalah memahami fungsi masing-masing aset dalam portofolio.
Jangan Salah Kaprah: ETF Emas Bukan Tabungan
Ini bagian yang sering terlupakan ketika sebuah instrumen investasi baru mulai ramai. Karena namanya emas, sebagian orang mungkin menganggap nilainya akan selalu naik. Padahal tidak demikian. Harga ETF Emas tetap dapat bergerak mengikuti kondisi pasar dan harga aset acuannya. Investor bisa mengalami keuntungan, tetapi juga bisa mengalami kerugian ketika menjual pada harga lebih rendah dibandingkan harga pembelian.
Dengan kata lain, ETF Emas bukan deposito, bukan tabungan, dan bukan instrumen yang menjamin keuntungan. Gen Z yang baru mulai investasi perlu memahami perbedaan ini sebelum menekan tombol “buy”.
Baca Juga: In This Economy, Investasi atau Dana Darurat yang Harus Kita Dahulukan?
Ada Biaya yang Perlu Diperhatikan
Investasi melalui ETF juga tidak sepenuhnya bebas biaya. Investor perlu memahami biaya transaksi di sekuritas, biaya pengelolaan produk, serta biaya lain yang tercantum dalam dokumen produk masing-masing. Besarnya biaya memang terlihat kecil jika hanya dilihat dari satu transaksi. Namun, dalam investasi jangka panjang, biaya yang terus berulang dapat memengaruhi hasil investasi. Karena itu, jangan hanya melihat pertanyaan, “Harga emasnya bakal naik atau tidak?” Tetapi tambahkan pertanyaan, “Berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk memiliki instrumen ini?”
Lalu, Apakah Gen Z Harus Membeli ETF Emas Sekarang? Tentu tidak harus. Kehadiran instrumen investasi baru bukan berarti semua orang harus langsung memilikinya. Justru, investor pemula bisa menggunakan momentum ini untuk mengecek kondisi keuangannya terlebih dahulu.
Kalau dana darurat belum tersedia, cicilan konsumtif masih menumpuk, atau uang yang digunakan untuk investasi sebenarnya adalah uang kebutuhan bulanan, mungkin masalahnya bukan memilih ETF Emas atau emas fisik. ETF Emas mungkin menjadi pintu baru bagi Gen Z untuk mengenal investasi berbasis emas melalui pasar modal. Tetapi pintu tersebut tidak harus langsung dilewati hanya karena baru saja dibuka.
Baca Juga: Dollar Naik? Jangan Panik, Modal Investasi 10.000 rupiah Bisa Bikin Kamu Survive!
Artikel Terkait
Mau Tahu, Keuntungan Investasi Emas Logam Mulia dalam Jangka Panjang?
Lagi Berpikir Mau Investasi Emas Batangan? Yuk Kenali Produsen Emas Batangan dan Perbedaannya Masing-Masing
4 Alasan Mengapa Investasi Emas 1-2 Gram Jadi Solusi Cerdas Finansial di Tengah Fluktuasi Global
Bukan Investasi, Lakukan 3 Langkah Ini Biar Keuanganmu Tidak Goyah saat Terjadi Keadaan Darurat
Gaji Pertama, Investasi Pertama: Harus Mulai dari Mana?