Agar undangan buka bersama bisa Anda hadiri maka siapkan dana khusus buka puasa bersama dari pos dana pengeluaran rutin selama beberapa bulan sebelum bulan puasa.
“Demi menjaga tali silaturahmi, berbuka puasa bersama tentu akan menjadi salah satu agenda di bulan Ramadan. Sebaiknya sejak awal tetapkan berapa kali Anda akan mengikuti acara buka bersama, misalnya seminggu sekali saja.
Dananya dapat disiapkan satu hingga dua bulan sebelumnya sehingga pengeluaran selama bulan Ramadan masih bisa terjaga dan menekan biaya tak terduga saat bulan puasa,” ujar Samuji.
3. Susun Anggaran Khusus Ramadan Lainnya dengan Detail
Saat bulan Ramadan biasanya ada beberapa hal lain yang perlu dianggarkan seperti zakat fitrah, berbagi takjil, baju lebaran, bingkisan lebaran, biaya mudik dan lain sebagainya. Biasanya pengeluaran-pengeluaran ini akan membuat struktur anggaran menjadi berbeda dari bulan-bulan biasanya Untuk itu, pisahkan kebutuhan bulan Ramadan dari anggaran rutin kemudian detailkan apa saja kebutuhannya, mana yang wajib, adakah yang bisa ditunda, atau adakah kemungkinan sharing biaya bersama teman atau anggota keluarga lainnya.
Baca Juga: Resep Nasi Daun Jeruk, Manfaatkan Nasi Sisa Buat Sahur
“Menu dan biaya untuk konsumsi selama bulan Ramadan sebaiknya dianggarkan dan di detailkan keperluannya selama sebulan. Menyiapkan menu sendiri akan lebih murah, higienis dan terpenuhi dari unsur gizi. Selanjutnya untuk kebiasaan lain, seperti kirim bingkisan lebaran atau berbagi takjil bisa dipertimbangkan kemungkinan untuk sharing biaya dengan keluarga atau teman, untuk baju lebaran bisa memadupadankan dari koleksi baju-baju lama atau jika harus membeli pertimbangkan berdasarkan kenyamanan dan kemampuan finansial bukan karena merek terkenal,” tutur Samuji.
Mudik untuk merayakan hari raya dengan keluarga di kampung halaman sudah menjadi kebiasaan banyak umat muslim. Persiapkan bujetnya jauh-jauh hari, jangan memutuskan untuk mudik atau libur secara mendadak agar biaya mudik tidak mengganggu pos anggaran lainnya.
“Mudik akan menyenangkan bila direncanakan jauh-jauh hari. Hindari mudik dengan berutang kartu kredit karena akan membuat masalah baru pada bulan-bulan berikutnya karena harus melunasi utang beserta bunganya atau kebutuhan lain menjadi tertunda pemenuhannya. Dana mudik bisa diambil dari anggaran liburan atau sedikit mengurangi alokasi dana untuk investasi di satu bulan sebelumnya,” ucap Samuji.
Baca Juga: Bacaan Doa dan Niat Berpuasa di Bulan Ramadan
5. Perlu punya Asuransi Kesehatan
Makan bebas saat buka puasa dan Idul Fitri atau kelelahan selama mudik kerap menimbulkan gangguan kesehatan. Jika kondisi tidak bisa diatasi sendiri dan harus menjalani rawat inap maka ada risiko pengeluaran yang lebih besar untuk biaya pengobatan. Di sinilah pentingnya peranan dan manfaat asuransi kesehatan.
“Dengan memiliki asuransi kesehatan akan membantu mengatasi persoalan biaya pengobatan selama di rumah sakit sehingga tidak akan mengganggu kondisi keuangan, dapat tetap memenuhi kebutuhan lainnya, dan bisa menikmati libur Idul Fitri dengan tenang,” tutup Samuji.
Artikel Terkait
Marketplace Kini Punya Kekuatan Ciptakan Tren Lewat Kanal OOTD bagi Pelanggan
Apa Sanksi Terberat yang Bakal Diterima Indonesia Usai Pembatalan Piala Dunia U-20 2023?
Argentina Ajukan Tawaran Resmi Jadi Tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 Untuk Gantikan Indonesia
Sudah Lapor SPT? Per 31 Maret, Sudah ada 11,39 Juta Orang Lapor Pajak
Cuti Bersama IdulFitri Nambah, Menpanrb Sebut Biar Nggak Macet Waktu Mudik
Rafael Alun Trisambodo: “Saya Dicari-cari Celahnya untuk Dijadikan Tersangka Penerima Gratifikasi!”
Jadi Brand Ambassador Bottega Veneta, RM BTS Dinilai Punya Kemewahan Bersahaja yang Setara
Resep Takjil Buka Puasa: Es Agar Serut yang Segar dan Gampang
Pantas Perut Six Pack-mu Nggak Terwujud, Artis-artis Ini Mulai Nge-gym Jam 4 Pagi!